Jumat, 15 April 2022

Belajar Koding PHP Dasar - 10 Database SQL

Belajar Koding PHP Dasar - 10 Database SQL


Membuat Tabel SQL


Ketik di browser http://localhost/phpmyadmin


Membuat Database

Untuk membuat database baru dengan PhpMyAdmin, caranya adalah isikan nama database yang akan Anda buat ke dalam bagian kotak CREATE NEW DATABASE lalu klik tombol CREATE.


1. Isikan nama tabel di kotak CREATE NEW TABLE ON DATABASE … Dalam kasus ini masukkan ‘kategori_buku’

2. Masukkan jumlah field dari tabel yang akan dibuat pada NUMBER OF FIELDS Dalam kasus ini masukkan ‘2’

3. Klik GO

 

Setelah itu masukkan nama-nama field dan tipe datanya nya pada form yang muncul berikutnya

Tugas

Buatlah Tabel daftar Barang, Pembeli dan record transaksi.


Pada bab ini Anda akan diperkenalkan dengan SQL atau structured query languange.

SQL adalah suatu statement atau pernyataan atau perintah standart yang digunakan untuk keperluan administrasi database.


Ada banyak software database yang mendukung SQL ini. Software batabase ini disebut juga SQL based DBMS (Database Management System). Beberapa di antaranya adalah MySQL, Oracle, MS. Access, MS. SQL, SQL Server dll.

Bab pengenalan SQL ini diberikan karena mulai bab selanjutnya materi kursus terkait dengan penggunaan database, dalam hal ini software database yang digunakan adalah MySQL. Mengapa MySQL yang digunakan? Ya… karena MySQL adalah DBMS yang bersifat free alias gratis namun kehandalannya tidak kalah dengan DBMS yang tidak free.


Tentang Database

Database ibaratnya suatu wadah yang digunakan untuk menyimpan data. Supaya mudah diatur data-data itu disimpan dalam sebuah tabel.


Database ibaratnya seperti sebuah lemari kabinet. Dalam lemari kabinet terdapat beberapa laci yang di dalamnya terdapat beberapa dokumen file atau data. Laci inilah yang diumpamakan tabel dari database dan dokumen file atau data yang tersimpan dalam laci ibaratnya merupakan data atau record dari database. Bisa membayangkan ya? ☺


Di dalam sebuah database bisa terdapat lebih dari satu tabel.

Pada sebuah tabel, terdapat unsur yaitu kolom dan baris, seperti halnya tabel-tabel umum yang Anda kenal. Kolom pada database disebut juga field, dan barisnya disebut record.


Tentang PhpMyAdmin

Terkadang dalam mengatur atau pengadministrasian database sangatlah repot. Misalnya membuat database, membuat tabel, mengubah struktur tabel, menyimpan data ke database, mengedit data, menghapus data dsb.


Nah… khusus MySQL terdapat software khusus yang dapat dipergunakan untuk pengadministrasian database supaya mudah dilakukan. Software ini bernama PhpMyAdmin. Software ini merupakan web based software yang dijalankan melalui URL:


http://localhost/phpmyadmin


Apabila Anda menggunakan AppServ atau XAMPP maka ketika dipanggil URL di atas akan langsung masuk ke PhpMyAdmin.


Catatan:

Sebelum masuk ke PhpMyAdmin biasanya kita disuruh memasukkan username dan password. Username dan password ini sesuai dengan yang pernah kita masukkan sewaktu proses instalasi AppServ.


Membuat Database

Untuk membuat database baru dengan PhpMyAdmin, caranya adalah isikan nama database yang akan Anda buat ke dalam bagian kotak CREATE NEW DATABASE lalu klik tombol CREATE. 

Sebagai contoh silakan Anda buat database dengan nama: ‘perpustakaan’


Tips: sebaiknya nama database jangan mengandung spasi.


Membuat Tabel

Setelah database dibuat, selanjutnya kita bisa membuat tabel. Untuk membuat tabel baru dalam database yang telah kita buat caranya ketikkan nama tabel yang akan dibuat pada bagian CREATE NEW TABLE ON DATABASE XXX. ‘XXX’ di sini merupakan nama databasenya.


Selain itu masukkan pula jumlah fieldnya. Oleh karena itu sebaiknya sebelum proses pembuatan tabel hendaknya Anda rancang terlebih dahulu nama-nama fieldnya sesuai yang dibutuhkan.


Dalam contoh ini andaikan kita akan membuat tabel ‘kategori_buku’


Tips: 

seperti halnya membuat nama database, untuk nama tabel juga sebaiknya jangan gunakan spasi.


Untuk tabel ‘kategori_buku’ misalnya kita desain seperti di bawah ini:


Keterangan:

Dalam tabel ‘kategori buku’ terdapat 2 buah field yaitu ‘kode_kat’ dan ‘nama_kat’. Field ‘kode_kat’ nanti berisi kode kategori dari buku-buku yang tersimpan dalam perpustakaan dan ‘nama_kat’ merupakan penjelasan yang berisi nama kategori terkait dengan kode kategorinya. Misalnya kode kategori buku ‘X10’ itu merupakan kode kategori untuk buku tentang ‘MATEMATIKA’.


Varchar merupakan tipe data dari fieldnya. Tipe data ini harus dimiliki setiap field yang akan dibuat. Tipe data ini menentukan jenis atau sifat data yang akan disimpan dalam field tersebut. Terdapat beberapa tipe data yang bisa dipilih, yaitu


Varchar bila datanya berbentuk karakter (maks 255 karakter)

Int bila datanya berbentuk bilangan bulat

Float bila datanya berbentuk bilangan real

Text bila datanya berbentuk karakter (size nya lebih besar dari varchar)

Date bila datanya berbentuk tanggal (th-bln-tgl)

Time bila datanya berbentuk waktu (jam:menit:detik)

Blob bila datanya berupa file


Catatan:

Khusus untuk varchar harus diberikan lebar size yang diinginkan, misalnya suatu field

bertipe varchar(5). Maksud 5 di sini adalah banyak karakter yang bisa disimpan dalam

field tersebut adalah 5 buah.


PRIMARY KEY adalah fitur yang ada dalam DBMS yang dapat digunakan untuk menjamin

bahwa sebuah data itu tunggal. Dalam contoh di atas PRIMARY KEY diberikan pada field

‘Kode Kategori’. Tentu kita tahu bahwa suatu kode kategori buku itu bersifat tunggal

atau tidak boleh ada kode yang sama, seperti halnya kode karyawan atau kode

mahasiswa. Bila suatu field sudah dijadikan PRIMARY KEY maka tidak mungkin ada data

yang sama pada field tersebut. Apabila kita masukkan kode yang sama, maka akan

ditolak oleh sistem.


OK… setelah kita rancang tabelnya, kita bisa membuatnya. Berikut ini caranya:

1. Isikan nama tabel di kotak CREATE NEW TABLE ON DATABASE …

Dalam kasus ini masukkan ‘kategori_buku’


2. Masukkan jumlah field dari tabel yang akan dibuat pada NUMBER OF FIELDS Dalam kasus ini masukkan ‘2’

3. Klik GO


Setelah itu masukkan nama-nama field dan tipe datanya nya pada form yang muncul

Berikutnya


Sebagai latihan coba Anda buat lagi tabel ‘tabel_buku’ dengan field sebagai berikut

kode_buku varchar(10) PRIMARY KEY

judul_buku text

kode_kat varchar(5)

pengarang varchar(30)

penerbit varchar(30)

thn_terbit int


Tabel di atas dibuat dalam database ‘perpustakaan’. Dengan demikian terdapat 2 tabel dalam database ‘perpustakaan’.


Memasukkan Data/Record ke Tabel

Untuk memasukkan sebuah record ke tabel, perintah SQL nya adalah berikut ini


INSERT INTO nama_tabel (field1, field2, …) VALUES (data1, data2, ..);


Sebagai contoh misalkan kita akan memasukkan record kode kategori: ‘X001’ dan nama kategori: ‘MAJALAH’ ke tabel ‘kategori_buku’, maka perintahnya


INSERT INTO kategori_buku (kode_kat, nama_kat) VALUES (‘X001’, ‘MAJALAH’);


Catatan Penting:

Khusus field yang bertipe VARCHAR, TEXT, DATE, TIME, dan BLOB, value yang akan dimasukkan ke tabel harus diapit dengan tanda petik tunggal, misal ‘X001’. Namun untuk field bertipe data bilangan (INT, FLOAT) tanpa menggunakan tanda petik.


Dimanakah kita menuliskan perintah SQLnya? Ya… caranya adalah klik terlebih dahulu nama database yang kita gunakan pada kolom sebelah kiri dari PhpMyAdmin, dalam hal ini klik pada nama database ‘perpustakaan’


Lalu klik tombol SQL pada menu atas PhpMyAdmin

 

Kemudian tulis perintah SQL pada kotak ‘RUN SQL QUERY/QUERIES ON DATABASE …’


Selanjutnya klik GO.

Anda dapat menuliskan perintah atau query SQL lebih dari satu sekaligus.


Untuk melihat record yang telah tersimpan ke dalam tabel, caranya klik nama tabel yang

mau dilihat recordnya pada sisi kiri PhpMyAdmin


Lalu klik menu BROWSE pada bagian atas PhpMyAdmin

 

Selanjutnya akan muncul semua record yang telah disimpan pada tabel tersebut

 


Sebagai latihan coba masukkan record-record berikut ini ke dalam tabel masing-masing

menggunakan query SQL.


Tabel ‘kategori_buku’


 


Tabel ‘tabel_buku’

 


Mengedit Record

Apabila Anda ingin mengedit record, perintah SQL nya adalah:


UPDATE nama_tabel SET field1 = value, field2 = value, … [WHERE syarat]


Dalam hal ini WHERE merupakan syarat yang bersifat optional. Bila WHERE tidak diberikan, maka proses update data diberikan ke semua record.


Contoh:

Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B001’ menjadi 2010. UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2010 WHERE kode_buku = ‘B001’;


Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B002’ menjadi 2004 sekaligus

mengedit kode kategorinya menjadi ‘X002’.


UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2004, kode_kat = ‘X002’ WHERE kode_buku =

‘B002’;


Perintah SQL untuk mengubah judul buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003

menjadi ‘XXX’.


UPDATE tabel_buku

SET judul_buku = ‘XXX’

WHERE thn_terbit = 2003 AND penerbit = ‘PT. A’;


Catatan:

Selain operator logika AND, Anda juga bisa menggunakan OR sebagai operator logika

‘atau’.


Perintah SQL untuk mengubah nama penerbit menjadi PT. C dari semua buku yang

tahun terbitnya di atas 2004.


UPDATE tabel_buku

SET penerbit = ‘PT. C’

WHERE thn_terbit > 2004;


Catatan:

Untuk operator relasional, Anda bisa menggunakan tanda =, >, >=, <=, <> (tidak sama

dengan) Perintah SQL untuk mengubah tahun terbit buku menjadi 2005 semuanya 


UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2005;


Menghapus Record

Sebuah record atau beberapa record dapat dihapus dari tabel dengan perintah SQL


DELETE FROM nama_tabel [WHERE syarat];


Contoh:

Perintah SQL untuk menghapus data buku yang berkode ‘B001’


DELETE FROM tabel_buku WHERE kode_buku = ‘B001’;


Perintah SQL untuk menghapus data buku dari penerbit PT. A yang tahun terbitnya 2004


DELETE FROM tabel_buku WHERE penerbit = ‘PT. A’ AND thn_terbit = 2004;


Tentang SQL SELECT

Perintah SELECT digunakan untuk mencari data atau menampilkan data pada field-field tertentu. Sintaksnya adalah:


SELECT field1, field2, … FROM nama_tabel [WHERE syarat ] [ORDER BY field DESC|ASC];


Keterangan:

ORDER BY digunakan untuk mensorting hasil data yang ditampilkan berdasarkan field

tertentu baik secara DESCENDING atau ASCENDING.


Contoh:

Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku dan judul buku) dari buku yang

minimal terbit pada tahun 2003.


SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE thn_terbit >= 2003;


Perintah SQL untuk menampilkan data (untuk semua field) dari buku yang diterbitkan

oleh PT. A


SELECT *

FROM tabel_buku

WHERE penerbit = ‘PT. A’;


Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku, tahun terbit) yang diurutkan berdasarkan tahun terbit mulai dari yang paling terbaru sampai dengan terlama.


SELECT kode_buku, judul_buku, thn_terbit

FROM tabel_buku

ORDER BY thn_terbit DESC;


Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku dan nama kategori buku)

dari buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003.


Untuk hal ini, kita harus bekerja di dalam 2 buah tabel sekaligus. Kode buku dan judul buku diperoleh dari tabel ‘tabel_buku’, sedangkan nama kategori diperoleh dari tabel ‘kategori_buku’.

Kedua tabel saling berhubungan karena masing-masing terdapat field bernama ‘kode kategori’ atau ‘kode_kat’.


SELECT tabel_buku.kode_buku, tabel_buku.judul_buku, kategori_buku.nama_kat

FROM tabel_buku, kategori_buku

WHERE tabel_buku.kode_kat = kategori_buku.kode_kat AND

tabel_buku.penerbit = ‘PT. A’ AND

tabel_buku.thn_terbit = 2003;


Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang judul bukunya mengandung kata ‘MATEMATIKA’


SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA%’;


Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang kata depan judul bukunya adalah ‘MATEMATIKA’


SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE judul_buku LIKE ‘MATEMATIKA%’;


Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang judul bukunya berakhiran dengan kata ‘MATEMATIKA’


SELECT kode_buku, judul_buku

FROM tabel_buku

WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA’;


Penggunaan Aggregate Function

Anda juga bisa menggunakan function yang sudah disediakan oleh MySQL, seperti 

AVG()  untuk menghitung rata-rata nilai, 

MAX() untuk menghitung nilai maksimum, 

MIN() untuk mencari nilai minimum,

COUNT() untuk menghitung cacah data, 

SUM() untuk menjumlahkan nilai dari beberapa data.


Contoh:

Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang ada di dalam database:


SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku;


Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang memiliki kode kategori ‘X002’:


SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku WHERE kode_kat = ‘X002’;



Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com



Belajar Koding PHP Dasar - 09 Fungsi

Belajar Koding PHP Dasar - 09 Fungsi



Fungsi berfungsi sebagai tempat untuk membuat sebuah perhitungan yang selalu diulang-ulang.

Lihat contoh berikut :


functions.php


<?php

function jumlah($a, $b)

{

$hasil = $a + $b;

return $hasil;

}

function kurang($a, $b)

{

$hasil = $a - $b;

return $hasil;

}

function kali($a, $b)

{

$hasil = $a * $b;

return $hasil;

}

function bagi($a, $b)

{

$hasil = $a / $b;

return $hasil;

}

?>



jumlah.php


<?php


include "functions.php";

$bil1 = 103;

$bil2 = 192;

echo "Hasil ".$bil1." + ".$bil2. " = " . jumlah($bil1, $bil2) ;


?>



Contoh 2


Copy dan paste Materi 09 di folder www  belajar


<html>

<head>

<title>Belajar PHP</title>

</head>

<body>

<h1>Input Angka</h1>


<form method="post" action="index.php">

Masukkan Angka<input type="text" name="bil1" /><br /><br />

<input type="submit" name="submit" value="Submit" />

</form>


<?php


if(isset($_POST['bil1'])){

include "terbilang.php";


$bilangan1 = $_POST['bil1'];


$harga = number_format( $bilangan1 , 0 , "," , "." ).",-";

$huruf = terbilang ($bilangan1);


echo "<p>Angka = Rp ".$harga. "</p>";

echo "<p>Huruf = ".$huruf. "</p>";

}

?>


</body>

</html>



Tugas 

Buatlah form Kuitansi 


Dalam suatu pengaturan organisasi, biasanya perlu dibentuk semacam bagian-bagian kerja atau divisi yang spesifik kerjanya. Sebagai contoh misalkan dalam suatu organisasi ada divisi humas yang tugasnya spesifik mengurusi masalah kehumasan, divisi HRD yang khusus menangani masalah SDM dan pengembangannya, serta divisi-divisi yang lain.


Mengapa dalam pengaturan organisasi perlu dibentuk divisi atau suborganisasi yang lebih kecil dalam kinerjanya? Ya… tujuannya adalah efisiensi kerja. Dalam hal ini, seorang ketua atau manajer pastilah akan repot bila semua kegiatan harus dibebankan kepadanya. Selain itu apabila dilihat dari efektifitas, jelas akan efektif karena dengan dibentuknya suborganisasi maka seorang ketua organisasi lebih mudah memberikan komando. Sebagai contoh misalkan ketika sang ketua butuh informasi tentang kehumasan, maka dia tinggal menyuruh divisi humas untuk bekerja dan memberikan informasi. Informasi tersebut nantinya akan digunakan sang ketua untuk menentukan kebijakan organisasi dalam proses selanjutnya.


Nah.. mengadopsi hal di atas, konsep pembentukan suborganisasi ini juga bisa diterapkan ke dalam suatu script atau program. Dalam hal ini, sebuah program ibaratnya sebuah organisasi besar. Sedangkan Anda (programmer) sebagai ketua organisasinya. Dengan dibuatnya suatu subprogram yang memiliki tugas atau kerja yang spesifik maka dapat membawa ke efisiensi dan efektifitas kerja dari program atau script tersebut. Sekaligus, Anda pun akan lebih mudah dalam mengatur proses programnya.


Perhatikan contoh script berikut ini yang digunakan untuk menghitung operasi

Dalam PHP sebenarnya terdapat perintah untuk menghitung pangkat bilangan. Namun di sini diasumsikan kita tidak menggunakan perintah tersebut melainkan harus= membuat program sendiri.


Untuk menghitung n pangkat m, kita bisa menggunakan program berikut ini


$hasil = 1;

for ($i = 1; $i <= m; $i++)

{

$hasil = $hasil * n;

}


Konsep program di atas didasarkan pada ide nm = n x n x n x … x n (sejumlah m kali perkalian)


Nah… bila program di atas kita terapkan ke dalam kasus yang kita hadapi maka script atau program PHP akan menjadi seperti ini:



<?php

// menghitung 3 pangkat 4

$hasil_a = 1;

for ($i = 1; $i <= 4; $i++)

{

$hasil_a = $hasil_a * 3;

}

// menghitung 10 pangkat 3

$hasil_b = 1;

for ($i = 1; $i <= 3; $i++)

{

$hasil_b = $hasil_b * 10;

}

// menghitung 4 pangkat 5

$hasil_c = 1;

for ($i = 1; $i <= 5; $i++)

{

$hasil_c = $hasil_c * 4;

}

// hitung hasil terakhir

$hasil = $hasil_a * $hasil_b / $hasil_c;

echo $hasil;

?>


Wah… ternyata panjang juga ya. Bila kita perhatikan bahwa dalam script di atas ada beberapa pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang yaitu ‘menghitung pangkat’.


Nah… mungkin untuk keperluan efisiensi dan efektifitas, bagaimana seandainya kita buat ‘Divisi Perpangkatan‘ dalam program yang tugasnya khusus menghitung pangkat bilangan ☺


Dengan kehadiran divisi tersebut, kita dapat dengan cepat menghitung pangkat bilangan karena urusan memangkatkan bilangan kita serahkan ke divisi tersebut. Dalam programming, divisi ini kita namakan function atau subprogram.


OK… sejenak kita tinggalkan kasus di atas. Sekarang kita lanjutkan dahulu tentang bagaimana membuat function.


Secara umum, bentuk function adalah seperti di bawah ini


function nama_function(parameter)

{

..

..

return variabel;

}


Keterangan:

Setiap function pasti dan harus memiliki nama function. Nama function ini nantinya akan dipanggil oleh program utama bila akan digunakan. Parameter di sini sifatnya optional (boleh ada, boleh tidak). Parameter ini ibaratnya input yang akan diolah oleh function.


Sedangkan return variabel merupakan perintah untuk memberikan hasil setelah dikerjakan oleh function. Dalam hal ini perintah return variabel ini juga bersifat optional (boleh ada, boleh tidak).


Kapan return variabel ini digunakan? Dan kapan tidak perlu digunakan? return variabel ini perlu digunakan bila hasil dari pengolahan function ini akan digunakan untuk proses yang lain dalam program. Sedangkan bila hasil dari function tidak akan digunakan oleh program, maka tidak perlu diberikan perintah ini.


Contoh:


<?php

function jumlah($a, $b)

{

$c = $a + $b;

return $c;

}

echo "Hasil penjumlahannya = ".jumlah(3, 5);

?>


Script di atas menunjukkan penggunaan function untuk menjumlahkan dua buah bilangan. Apabila dikembangkan lagi untuk kasus menghitung (3 + 5) ditambah (7 + 6), maka scriptnya dapat berbentuk seperti di bawah ini


<?php

function jumlah($a, $b)

{

$c = $a + $b;

return $c;

}

$hasil = jumlah(3, 5) + jumlah(7, 6);

echo "Hasil penjumlahannya = ". $hasil;

?>


Atau


<?php

function jumlah($a, $b)

{

$c = $a + $b;

return $c;

}

$hasil = jumlah(jumlah(3, 5), jumlah(7, 6));

echo "Hasil penjumlahannya = ". $jumlah;

?>


Sedangkan berikut ini contoh function yang tidak perlu menggunakan return. Script

berikut ini hanya sekedar menampilkan suatu string melalui sebuah function.


<?php

function tulis($x)

{

echo "Anda menampilkan ". $x . "<br>";

}

tulis("Hello World..");

tulis("Apa kabar?");

?>


Nah… kembali lagi ke kasus semula, yaitu mencari hasil dari


3_10_

4_


Maka kita bisa membuat script yang lebih sederhana daripada sebelumnya

menggunakan function


<?php

function pangkat($m, $n)

{

$hasil = 1;

for ($i = 1; $i <= $n; $i++)

{

$hasil = $hasil * $m;

}

return $hasil;

}

$jwb = pangkat(3, 4) * pangkat(10, 3) / pangkat(4, 5);

echo "Hasilnya adalah : ".$jwb;

?>


Anda juga bisa membuat beberapa function dalam file tersendiri, semacam daftar function. Selanjutnya setiap kali butuh suatu function dalam daftar tersebut, cukup meng-include-kan saja nama file nya, lalu panggil nama functionnya. Trik ini sering digunakan oleh para programmer handal dalam membuat aplikasi. Berikut ini

contohnya:


functions.php


<?php

function jumlah($a, $b)

{

$hasil = $a + $b;

return $hasil;

}

function kurang($a, $b)

{

$hasil = $a - $b;

return $hasil;

}

function kali($a, $b)

{

$hasil = $a * $b;

return $hasil;

}

function bagi($a, $b)

{

$hasil = $a / $b;

return $hasil;

}

?>


jumlah.php

<?php

include "functions.php";

$bil1 = 103;

$bil2 = 192;

echo "Hasil ".$bil1." + ".$bil2. " = " . jumlah($bil1, $bil2) ;

?>


kurang.php

<?php

include "functions.php";

$bil1 = 103;

$bil2 = 192;

echo "Hasil ".$bil1." - ".$bil2. " = " . kurang($bil1, $bil2) ;

?>


kali.php

<?php

include "functions.php";

$bil1 = 103;

$bil2 = 192;

echo "Hasil ".$bil1." x ".$bil2. " = " . kali($bil1, $bil2) ;

?>


bagi.php

<?php

include "functions.php";

$bil1 = 103;

$bil2 = 192;

echo "Hasil ".$bil1." / ".$bil2. " = " . bagi($bil1, $bil2) ;

?>


Built in Functions dalam PHP

Sebuah function dapat kita create sendiri seperti halnya di atas, namun dapat pula kita

langsung gunakan karena sudah disediakan oleh PHP. Function yang sudah disediakan

oleh PHP ini selanjutnya disebut built in functions.


Berikut ini beberapa built in functions yang sudah ada dalam PHP berdasarkan kategori

penggunaannya.


Mathematics Built in Functions


abs()

Untuk menghitung nilai mutlak atau absolute

Contoh:

<?php

$bil = -10;

echo abs($bil); // menghasilkan 10

?>


ceil()

Untuk membulatkan ke atas suatu bilangan real

Contoh:

<?php

$bil = 19.1;

echo ceil($bil); // menghasilkan 20

?>


floor()

Untuk membulatkan ke bawah suatu bilangan real

Contoh:


<?php

$bil = 19.5;

echo floor($bil); // menghasilkan 19

?>


max()

Mencari nilai terbesar dari suatu data bertipe array

Contoh:


<?php

$data = array(19, 23, 11, 45);

$max = max($data);

echo "Nilai max = ".$max; // menghasilkan 45

?>


min()

Mencari nilai minimum dari suatu data bertipe array


mt_rand(x, y)

Untuk menghasilkan bilangan bulat random antara x s/d y.

Contoh:

<?php

$random = mt_rand(4, 10); // menghasilkan bilangan random antara 4 s/d 10

echo $random;

?>


pow(x, y)

Digunakan untuk mencari hasil x pangkat y.

Contoh:

<?php

$hasil = pow(4, -5); // menghitung 4 pangkat -5

echo $hasil;

?>


round()

Membulatkan bilangan real ke bawah bila desimal di belakang komanya kurang dari 0.5,

dan membulatkan ke atas bila desimal di belakang komanya lebih dari atau sama

dengan 0.5.

Contoh:


<?php

echo round(10.23); // menghasilkan 10

echo round(10.6); // menghasilkan 11

echo round(-10.2); // menghasilkan -10

?>



Array Built in Functions

Berikut ini beberapa function yang bisa digunakan untuk mengolah data berbentuk array


array_multisort()

Digunakan untuk mensorting beberapa array terkait sekaligus. Bisa juga digunakan untuk mensorting dalam sebuah array saja. Sintaks dari penggunaan array_multisort() adalah array_multisort(x, metode, a, b, c, …); 


dengan ‘x’ adalah array yang digunakan sebagai acuan dalam sorting, ‘metode’ adalah metode yang digunakan sorting (ascending atau descending), dan a, b, c,… adalah array lain yang ikut disorting.


Contoh:

Script berikut ini akan mengurutkan data mahasiswa (NIM dan NAMA) berdasarkan NIM dari 2 buah array yang bersesuaian secara ascending.


<?php

$nim = array("M0197002","M0197004","M0197001","M0197008","M0197003");


$nama = array("Amir","Joko","Budi","Siti","Agus");

array_multisort($nim, SORT_ASC, $nama);

for ($i = 0; $i <= count($nim)-1; $i++)

{

echo $nim[$i]. " " .$nama[$i]. "<br>";

}

?>


Keterangan:


Untuk sorting secara descending, gunakan parameter SORT_DESC


array_rand()


Digunakan untuk mengambil salah satu elemen dari array secara random

Contoh:

<?php

$bil = array(3, 1, 4, 5, 2, 6);

$ambilAcak = array_rand($bil);

echo $ambilAcak;

?>

array_reverse()

Digunakan untuk membalik urutan data dalam array


Contoh:

<?php

$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel");

$balik = array_reverse($data);

foreach($balik as $index => $buah)

{

echo $buah. "<br>"; // menampilkan apel, jeruk, jambu, mangga

}

?>


array_search()

Digunakan untuk mencari nomor urut elemen tertentu dalam array (dimulai dari 0)


Contoh:

Script berikut ini akan mencari nomor urut elemen dari data ‘jambu’ dalam array buah


<?php

$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel");

$no = array_search("jambu", $data);

echo $no; // akan menampilkan 1 (nomor urut elemen dalam array)

?>


count()

Digunakan untuk menghitung jumlah elemen yang ada dalam suatu array.


String Built in Functions


explode()

Digunakan untuk memecah suatu string ke dalam array berdasarkan karakter tertentu.


Contoh:

<?php

$date = "20-01-2009";

$pecah = explode("-", $date); // memecah string berdasarkan karater ‘-’

echo "Tanggal : ". $pecah[0]; // menampilkan 20

echo "Bulan : ". $pecah[1]; // menampilkan 01

echo "Tahun : ". $pecah[2]; // menampilkan 2009

?>



md5()

Digunakan untuk mengenkripsi (hashing) suatu string. Biasanya function ini digunakan

untuk keperluan enkripsi password login ke suatu aplikasi. Hasilnya adalah suatu string

yang tidak dapat dibaca dengan panjang 32 karakter


<?php

$passwordAsli = "hello";

$passwordEnkrip = md5($passwordAsli);

echo $passwordEnkrip; // menampilkan ‘5d41402abc4b2a76b9719d911017c592’

?>


Keterangan:

Tidak ada function untuk membalik dari hasil md() ke string asli.


number_format()

Memformat angka dengan mengelompokkan berdasarkan ribuan.


Contoh:

Berikut ini contoh script untuk menyajikan angka Rp. 1002372 menjadi bentuk Rp.

1.002.372,-


<?php

$harga = 1002372;

$formatted = number_format($harga, 0, "", ".");

echo "Harganya Rp. ".$formatted. ",-";

?>


Keterangan:

Parameter pertama dari number_format() menunjukkan bilangan yang akan diformat,

parameter kedua menunjukkan jumlah digit desimal di belakang koma, parameter

ketiga menunjukkan tanda pemisah untuk digit desimal di belakang koma, dan

parameter keempat menunjukkan tanda pemisah untuk ribuan.


Contoh:

Berikut ini contoh script untuk menyajikan bilangan real 123456789.111111 menjadi

bentuk 123.456.789,111 (tanda pemisah desimal menggunakan koma, jumlah digit

desimal sebanyak 3 dan menggunakan tanda titik untuk pemisah ribuan)


<?php

$bil = 123456789.111111;

$formatted = number_format($bil, 3, ",", ".");

echo "Bilangannya ".$formatted;

?>


str_replace()

Digunakan untuk mereplace suatu substring dengan substring lain dalam string.


Contoh:

Script berikut ini akan mengganti substring ‘be’ menjadi ‘bi’


<?php

$kalimat = "saya ingin bebas seperti burung beo";

$replace = str_replace("be", "bi", $kalimat);

echo $replace; // menampilkan ‘saya ingin bibas seperti burung bio’

?>


strip_tags()

Digunakan untuk menghilangkan tag HTML dalam suatu string. Biasanya untuk keamanan dalam form guna mencegah disisipkannya tag-tag HTML yang bisa merusak

halaman web.


<?php

$string = "<font face='verdana' size='2'>Hello world</font>";

$hilangkanTag = strip_tags($string);

echo $hilangkanTag; // akan menghasilkan ‘Hello World’

?>


strlen()

Digunakan untuk menghitung jumlah karakter dari suatu string


Contoh:

<?php

$kata = "Hello World";

$jumKarakter = strlen($kata);

echo $jumKarakter; // akan menghasilkan 11 (spasi ikut dihitung)

?>


strtolower()

Digunakan untuk mengubah semua huruf penyusun string menjadi huruf kecil


Contoh:

<?php

$kata = "Rosihan Ari Yuana"’;

$kecil = strtolower($kata);

echo $kecil; // menghasilkan ‘rosihan ari yuana’

?>


strtoupper()

Merupakan kebalikan strtolower()


substr_count()

Menghitung jumlah substring dalam suatu string


Contoh:

<?php

$lagu = "topi saya bundar, bundar topi saya, kalau tidak bundar, bukan topi saya";

$hitungTopi = substr_count($lagu, "topi");

echo $hitungTopi; // akan menghasilkan 3.

?>


substr()

Mengambil sejumlah karakter substring dari suatu string


Contoh:

Script berikut ini akan mengambil tahun angkatan mahasiswa dari NIM ‘M0197001’,

dimana tahun angkatan terletak pada digit ke 4 dan 5 dari NIM (dalam hal ini tahun

angkatannya adalah 97)


<?php

$nim = "M0197001";

$angkatan = substr($nim, 3, 2);

echo $angkatan; // menghasilkan 97

?>


Keterangan:

Parameter pertama dari substr() menunjukkan string aslinya. Parameter kedua menunjukkan posisi awal substring yang akan diambil (dihitung mulai 0 dari karakter paling kiri string), dan parameter ketiga menunjukkan jumlah karakter subtring yang akan diambil.


Sehingga dari contoh di atas, karena posisi awal tahun angkatan itu terletak pada karakter ke-3 dari string NIM, dan tahun angkatan ini terdiri dari 2 karakter maka perintahnya adalah substr($nim, 3, 2)



Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com


Belajar Koding PHP Dasar - 08 Static Web

Belajar Koding PHP Dasar - 08 Static Web





Pembuatan Menu atas (header) dan menu bawah (footer)

Kita harus membuat 3 file


menuatas.php


<style>

body {

  margin: 0;

  font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;

}


.topnav {

  overflow: hidden;

  background-color: #333;

}


.topnav a {

  float: left;

  color: #f2f2f2;

  text-align: center;

  padding: 14px 16px;

  text-decoration: none;

  font-size: 17px;

}


.topnav a:hover {

  background-color: #ddd;

  color: black;

}


.topnav a.active {

  background-color: #4CAF50;

  color: white;

}

</style>


<div class="topnav">

  <a class="active" href="index.php">Home</a>

  <a href="pendaftaran.php">Pendaftaran</a>

  <a href="login.php">Login</a>

  <a href="daftarproduk.php">Daftar Produk</a>

</div>

menubawah.php


<hr>

<p align = "center"><font face="verdana" color="black" size="2">Copyright @Hasan2018</font></p>


index.php


<html>

<head>

<title>Belajar PHP</title>

</head>

<body bgcolor = '#DCDCDC'>

<?php

include 'menuatas.php';

?>

<center>

<div style='border: 1px solid #CCC; float: center; margin: 10px 0px; padding: 20px; width: 90%; height: auto; 

background-color: #FBFBEE; text-align: left; text-decoration:none; '>

<h2>Judul</h2>

<p>isi Tulisan</p>

<p align = 'center'>

<img src="foto.png" alt="Foto" width="400" height="300">

</p>

<p>isi Tulisan</p>

</div>

</center>

<?php

include 'menubawah.php';

?>

</body>

</html>


Tugas 1

Buat Folder di folder www dengan nama belajar1

1. Rubah Warna background Menu, warna tulisan dan warna saat mouse di dekatkan 

2. Isi konten web, untuk Form Pendaftaran, Form Login dan Daftar Produk

3. Gunakan semua kreativitas dan Imagenasi Anda.


Kode warna

https://www.materialui.co/htmlcolors



Tugas 2

Buat Folder di folder www dengan nama belajar2

Saran : Selesaikan Tugas 1 terlebih dahulu agar memahami bahasa html nya ….

Buatlah sebuah website static dengan mendownload template dari https://templated.co

Paste salah satu template yang kamu pilih, lalu buatlah website responsif.


Tugas 1 dan 2 

akan Kami Nilai dan dicantumkan dalam sertifikat, buatlah dengan sebaik-baiknya.


Teknik Modularitas


Konsep modularitas dalam programming diperlukan untuk mempermudah dalam pengorganisasian script/program. Adapun prinsip dari konsep ini adalah meletakkan beberapa perintah yang menjalankan suatu tugas khusus ke dalam modul atau file script tersendiri. Setiap kali modul tersebut dibutuhkan, kita hanya menyisipkan modul tersebut ke dalam script yang sedang dibuat dengan cara memanggilnya.


Adapun cara memanggil modul dengan menggunakan perintah


include "namafilemodul";


Perhatikan gambaran penggunaan konsep modularitas berikut ini:

Misalkan Anda membuat modul dan disimpan dalam script bernama modulku.php.

Selanjutnya Anda sedang membuat script tertentu katakanlah diberinama file scriptku.php. Kebetulan dalam scriptku.php Anda membutuhkan modulku.php, maka skema yang terjadi adalah:


Dari skema di atas, jelas tampak bahwa bila Anda memberikan perintah include "modulku.php"; dalam scriptku.php, maka akan identik dengan bila Anda menyisipkan script yang ada dalam modulku.php ke dalam scriptku.php secara manual.


Contoh:

Dalam contoh ini kita akan menggunakan konsep modularitas untuk membuat script

operasi aritmatika penjumlahan dan pengurangan dari 2 buah bilangan. Untuk input

bilangannya disimpan dalam modul tersendiri, misalkan dinamakan bilangan.php.

Selanjutnya modul ini akan diincludekan ke dalam script penjumlahan dan pengurangan.



bilangan.php


<?php

$bil1 = 10;

$bil2 = -5;

?>


jumlah.php


<?php

include "bilangan.php";

$hasil = $bil1 + $bil2;

echo "Hasil penjumlahannya adalah : ".$hasil;

?>


Bentuk script jumlahkan.php di atas akan identik dengan script berikut ini


<?php

$bil1 = 10;

$bil2 = -5;

$hasil = $bil1 + $bil2;

echo "Hasil penjumlahannya adalah : ".$hasil;

?>


kurang.php

<?php

include "bilangan.php";


$hasil = $bil1 - $bil2;

echo "Hasil pengurangannya adalah : ".$hasil;

?>


Script kurang.php di atas akan identik dengan

<?php

$bil1 = 10;

$bil2 = -5;

$hasil = $bil1 - $bil2;

echo "Hasil pengurangannya adalah : ".$hasil;

?>


Penerapan Teknik Modularitas

Teknik modularitas dapat dipergunakan dalam pengaturan layout halaman web supaya lebih mudah. Sebelum Anda mengenal teknik modularitas, apa yang Anda lakukan bila diminta membuat halaman web sejumlah 20 buah dengan desain layout yang sama, namun kontennya berbeda? Tentu Anda akan membuat satu buah desain template untuk layout, lalu Anda tinggal mengganti kontennya saja.


OK.. itu mudah, namun bagaimana seandainya dari 20 buah halaman web tersebut Anda

ingin ubah desainnya? Tentu Anda harus mengubah semua halaman satu persatu.


Bagaimana bila terdapat 100 buah halaman web dan kesemuanya Anda ingin ubah desainnya? Wah repot ya kalau satu persatu.


Nah… di sinilah kita akan gunakan teknik modularitas. Dengan teknik modularitas ini, Anda dapat mengubah desain layout dari banyak halaman web dengan satu langkah saja secara cepat.


Perhatikan contoh berikut ini:

Misalkan kita buat desain layout untuk halaman web kita sebagai berikut:


<html>

<head>

<title>Halaman Webku</title>

</head>

<body background="yellow">


<h1><font face="arial">…</font></h1>

<p><font face="verdana"> … </font></p>

</body>

</html>


Nah… misalkan kita akan membuat 3 halaman web menggunakan layout di atas. Maka caranya, kita cari blok dalam HTML layout yang nantinya akan diisi dengan konten yang berbeda-beda untuk masing-masing halaman.


<html>

<head>

<title>Halaman Webku</title>

</head>

<body bgcolor="yellow">

<h1><font face="arial">…</font></h1>

<p><font face="verdana"> … </font></p>

</body>

</html>


Keterangan:

Bagian yang diblok di atas merupakan bagian tag yang nantinya akan diisi dengan konten yang berbeda-beda untuk setiap halamannya.


Langkah selanjutnya, kita pindahkan tag HTML mulai bagian paling atas dari layout sampai dengan sebelum tag yang dicetak tebal. Tag-tag tersebut kita pindahkan ke dalam modul tersendiri, misalkan dinamakan header.php



header.php


<html>

<head>

<title>Halaman Webku</title>

</head>

<body bgcolor="yellow">

Kemudian pindahkan tag setelah bagian yang dicetak tebal dalam layout sampai dengan

tag terakhir ke dalam modul tersendiri dan simpan dengan nama footer.php.


footer.php

</body>

</html>


hal1.php


<?php

include "header.php";

?>

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Ini Halaman 1</font></h1>

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Ini isi halaman 1. Ini isi halaman

1</font></p>


<?php

include "footer.php";

?>




hal2.php


<?php

include "header.php";

?>


<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Ini Halaman 2</font></h1>

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Ini isi halaman 2. Ini isi halaman

2</font></p>

<?php

include "footer.php";

?>



hal3.php


<?php

include "header.php";

?>

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Ini Halaman 3</font></h1>

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Ini isi halaman 3. Ini isi halaman

3</font></p>

<?php

include "footer.php";

?>


Nah… dengan demikian, bila Anda ingin mengubah layout ketiga halaman web maka Anda cukup mengubah modul config.php


Sekarang kita lanjutkan, bagaimana bila kita mengintegrasikan konsep modularitas yang terkait dengan pengaturan layout di atas dengan form processing?

OK… untuk contoh sederhananya, saya ambil contoh script menjumlahkan dua buah bilangan dengan inputnya melalui form.

Misalkan kita ambil desain layout halaman webnya seperti contoh sebelumnya, yaitu terdiri dari modul header.php dan footer.php nya sebagai berikut:


config.php


<?php

$warnaBackground = "yellow";

$jenisFontHeading = "arial";

$jenisFontParagraf = "verdana";

?>


header.php


<?php

include "config.php";

?>

<html>

<head>

<title>Penjumlahan Bilangan</title>

</head>

<body bgcolor="<?php echo $warnaBackground; ?>">

footer.php

</body>

</html>

Selanjutnya kita buat form yang terletak dalam halaman yang menggunakan layout

Tersebut


form.php


<?php

include "header.php";

?>

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Input Bilangan</font></h1>

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Masukkan dua buah bilangan pada

form berikut ini</font></p>

<form method="post" action="proses.php">

Bilangan 1 <input type="text" name="bil1" /><br />

Bilangan 2 <input type="text" name="bil2" /><br />

<input type="submit" name="submit" value="Jumlahkan" />

</form>

<?php

include "footer.php";

?>


proses.php


<?php

include "header.php";

$bil1 = $_POST['bil1'];

$bil2 = $_POST['bil2'];

$hasil = $bil1 + $bil2;

?>

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Output</font></h1>

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Hasil penjumlahannya adalah

<?php echo $hasil; ?> </font></p>

<?php

include "footer.php";

?>



Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com


Belajar Koding PHP Dasar - 07 Statement While

Belajar Koding PHP Dasar - 07 Statement While


Fungsinya Hampir sama dengan For


Contoh 1

<?php

$bil = 5;

while ($bil <= 100)

{

if ($bil % 10 == 0) echo $bil. "<br />";

$bil++;

}

?>


Contoh 2


<?php

$jumlah = 0;

$bil = 2;

while ($bil <= 50)

{

$jumlah = $jumlah + $bil;

echo $bil." + ";

$bil++;

}

echo "<br>Hasilnya adalah ".$jumlah;

?>



Tugas 

Buatlah script dimana menghitung Penjumlahan Bilangan Kelipatan 5 dari 0 s.d. 500, seperti contoh 2 namun dengan tambahan statement yang dijumlahkan hanya kelipatan 5 .


Anda sudah mempelajari bentuk perulangan FOR. Masihkah Anda ingat kapan kita harus menggunakan perulangan FOR? Yup… ketika kita tahu jumlah perulangannya.


Nah… pada bab ini, kita akan membahas tentang perulangan WHILE. Seperti halnya FOR, statement WHILE ini juga dapat digunakan untuk menyatakan perulangan yang telah diketahui jumlah perulangan tersebut harus dilakukan. Namun… tidak hanya itu, WHILE juga dapat digunakan untuk menyatakan perulangan jika jumlah perulangannya tidak diketahui.


Dari pernyataan di atas, dapat kita simpulkan bahwa setiap bentuk perulangan FOR pasti dapat juga dinyatakan ke dalam bentuk WHILE. Namun… tidak berlaku kebalikannya, bahwa tidak semua bentuk WHILE dapat dinyatakan ke dalam FOR. Nanti akan kita lihat contohnya.


OK… bentuk umum statement WHILE adalah sbb :


while (syarat)

{

// bagian yang diulang

}


Perhatikan bentuk umum WHILE di atas! Sebelum menuju bagian yang diulang, di atasnya terdapat syarat. Syarat inilah yang menentukan apakah bagian yang diulang akan dijalankan atau tidak. Selama syarat ini dipenuhi atau bernilai BENAR, maka bagian yang diulang akan terus dijalankan. Apabila suatu saat syarat sudah tidak terpenuhi lagi atau bernilai SALAH maka perulangan berhenti.


Contoh: Script berikut ini akan menampilkan bilangan 1 s/d 3


<?php

$bil = 1;

while ($bil <= 3)

{

echo $bil. "<br />";


$bil++;

}

?>


Sekarang kita analisis prosesnya…

Nilai awal dari $bil adalah 1. Selanjutnya terdapat while dengan syarat $bil <= 3. Nah..

apabila dicek syaratnya, maka dalam hal ini syarat bernilai BENAR karena 1 <= 3, sehingga sekarang menuju ke bagian yang diulang. Di dalam bagian yang diulang terdapat echo $bil, sehingga di browser akan tampil bilangan 1. Berikutnya nilai $bil bertambah menjadi 2 ($bil++).

Kembali lagi syaratnya dicek, dalam hal ini masih bernilai BENAR karena 2 <= 3.


Akibatnya proses sekarang menuju kembali ke bagian yang diulang, yaitu tampilkan $bil (muncul bilangan 2 dalam browser) dan $bil bertambah satu menjadi 3.


Selanjutnya dicek kembali syaratnya apakah $bil <= 3 dan ternyata BENAR karena 3 <= 3. Karena syaratnya BENAR maka tampilkan $bil, sehingga muncul bilangan 3 di browser dan $bil bertambah satu menjadi 4.


Lagi-lagi di cek syaratnya apakah $bil <= 3. Nah.. sekarang syarat bernilai SALAH karena 4 <= 3 tidak berlaku. Dengan demikian perulangan berhenti. Sehingga bilangan yang tampil secara keseluruhan adalah

1

2

3


Sekarang.. coba kita bandingkan dengan FOR. Script berikut ini juga akan menampilkan

bilangan 1 s/d 3.


<?php

for ($bil = 1; $bil <= 3; $bil++)

{

echo $bil. "<br />";

}

?>


Kedua script di atas akan ekuivalen.

Kembali lagi pada script PHP untuk menampilkan bilangan 1 s/d 3 menggunakan WHILE.

Sekarang misalkan ditambahkan perintah berikut ini


<?php

$bil = 1;

while ($bil <= 3)

{

echo $bil. "<br />";

$bil++;

}

echo "Nilai bil sekarang adalah:".$bil;

?>


Dengan tanpa menjalankannya di browser, menurut Anda kira-kira perintah yang diberi warna biru tersebut akan menampilkan apa hayoo..?? apakah 3 atau berapa?


Bagi yang menjawab 3… Anda SALAH.

Bagi yang menjawab 4… OK Anda benar.


Lho kok bisa? Padahal pada syarat while tertulis $bil <= 3. Ya.. Anda benar, tapi coba lihat kembali analisis yang pernah kita singgung di atas. Nilai terakhir $bil ketika dalam perulangan WHILE adalah 4. Ketika $bil = 4 inilah yang menyebabkan perulangan WHILE berhenti. Dengan demikian, nilai $bil pada dasarnya sudah berubah menjadi 4 sehingga setelah WHILE selesai, dan ditampilkan nilai $bil nya maka akan tampil 4.


Sekarang… mari kita tinjau contoh script WHILE berikutnya. Script berikut ini akan menampilkan bilangan random/acak 0 s/d 10 (menggunakan function rand()). Proses pengacakan ini akan terus dilakukan selama bilangan acak yang terpilih tidak sama dengan 0.


<?php

$bil = rand(0, 10);

while ($bil != 0)

{

echo $bil."<br />";

$bil = rand(0, 10);

}

?>


Nah… dari contoh kasus di atas, tentu kita tahu bahwa jumlah perulangan dalam hal ini tidak diketahui. Perulangan tersebut hanya diketahui kapan perulangan harus berhenti, yaitu ketika bilangan acak yang terpilih sama dengan 0.


Catatan: output yang tampil akan berubah-ubah setiap kali di REFRESH

Trus… kira-kira bisa tidak apabila kita terapkan perulangan WHILE di atas ke dalam bentuk FOR? Sebenarnya dalam PHP bisa dilakukan, namun hal ini tidak berlaku di semua bahasa pemrograman, misalnya dalam PASCAL (mungkin Anda pernah dengar namanya).


Oleh karena itu secara umum saya bisa katakan bahwa tidak semua bentuk WHILE dapat dinyatakan ke bentuk FOR. Apabila Anda menjumpai bentuk perulangan yang tidak diketahui jumlah perulangannya, maka saya sarankan gunakanlah WHILE.


WHILE di dalam WHILE (nested WHILE)


Seperti halnya FOR, statement WHILE juga dapat terletak di dalam sebuah WHILE, seperti contoh berikut ini


<?php

$a = 1;

while ($a <= 3)

{

$b = 1;

while ($b <= 2)

{

echo "Nilai a = ".$a. " Nilai b = ".$b. "<br />";

$b++;

}

$a++;

}

?>


Script di atas ekuivalen dengan script nested FOR berikut ini


<?php


for ($a = 1; $a < =3; $a++)

{

for ($b = 1; $b <= 2; $b++)

{

echo "Nilai a = ".$a. " Nilai b = ".$b. "<br />";

}

}


?>


Contoh-contoh script menggunakan WHILE:

Contoh-contoh script berikut ini mengadopsi kasus yang ada di bab sebelumnya (tentang FOR)


A. Script PHP untuk menampilkan bilangan bulat 5 s/d 100 yang berkelipatan 10

<?php

$bil = 5;

while ($bil <= 100)

{

if ($bil % 10 == 0) echo $bil. "<br />";

$bil++;

}

?>


B. Script PHP untuk menjumlahkan bilangan bulat 2 s/d 50

<?php

$jumlah = 0;

$bil = 2;

while ($bil <= 50)

{

$jumlah = $jumlah + $bil;

$bil++;

}

echo "Hasilnya adalah ".$jumlah;

?>


C. Script PHP untuk mencari banyaknya bilangan bulat mulai dari 3 s/d 127 yang

merupakan kelipatan 6.

<?php

$hitung = 0;

$bil = 3;

while ($bil <= 127)

{

if ($bil % 6 == 0) $hitung = $hitung + 1;

$bil++;

}

echo "Banyaknya bilangan bulat adalah ".$hitung;

?>


D. Script PHP untuk membuat tabel dengan n baris dan m kolom secara otomatis

<?php

$jumBaris = 10;

$jumKolom = 6;

echo "<table border=’1’>";

$baris = 1;

while ($baris <= $jumBaris)

{

echo "<tr>";

$kolom = 1;

while ($kolom <= $jumKolom)

{

echo"<td>…</td>";

$kolom++;

}

echo "</tr>";

$baris++;

}

echo "</table>";

?>



E. Script PHP untuk menghasilkan list combo box berisi tahun mulai 1930 s/d 2008

secara otomatis

<?php

echo "<select name=’tahun’>";

$tahun = 1930;

while ($tahun <= 2008)

{

echo "<option value=’".$tahun."’>".$tahun."</option>";

$tahun++;

}

echo "</select>";

?>



Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com


Belajar Koding PHP Dasar - 06 Statement FOR (Looping)

Belajar Koding PHP Dasar - 06 Statement FOR (Looping)


Statement ini merupakan salah satu statement yang dapat digunakan untuk menyatakan proses yang diulang-ulang atau looping.


Contoh 1 :


<?php


for ($a = 1; $a < 50; $a++)

{

echo $a." x ".$a." = ".$a*$a."<br>";

}


?>


Contoh 2 :


<table>

<?php


for ($a = 1; $a < 50; $a++)

{

echo "<tr>";

for ($b = 1; $b < 10; $b++)

{

echo "<td>".$a." x ".$b." = ".$a*$b."</td>";

}

echo "</tr>";

}


?>


</tabel>


Tugas 1

Buatlah Tabel PembagianDibawah 500


Tugas 2

Seorang nasabah bank, mula-mula memiliki saldo awal Rp. 1.000.000,- di suatu

bank X. Bank tersebut memiliki kebijakan memberikan bunga 3% jika besar saldo

kurang dari Rp. 1.100.000,- dan 4% bila saldo lebih besar atau sama dengan Rp.

1.100.000,- . Perhitungan bunga dihitung dari besar saldo terakhir. Selain itu di

setiap bulannya nasabah dikenai biaya administrasi Rp. 9.000,-. Buatlah script

PHP untuk menentukan saldo akhir setelah N bulan.

Keterangan:

Buatlah form untuk mengisikan saldo awalnya dan N (jangka waktu tabungan).


Statement ini merupakan salah satu statement yang dapat digunakan untuk menyatakan proses yang diulang-ulang atau looping.


Tentu kita tahu, bahwa suatu saat looping itu harus berhenti karena tidak mungkin tidak pernah berhenti ☺Nah.. berdasarkan hal tersebut, terdapat 2 kondisi yang dapat menghentikan looping tersebut. Coba perhatikan 2 pernyataan sehari-hari berikut ini:


Hari ini saya makan bakso 10 kali.

Hari ini saya terus makan bakso sampai saya kenyang.


Kedua pernyataan di atas sama-sama mengandung proses yang diulang-ulang yaitu ‘makan bakso’. Namun proses ‘makan bakso’ dari kedua pernyataan tersebut berbeda cara berhentinya. Pernyataan pertama menunjukkan bahwa ‘makan bakso’ akan diulang-ulang sampai dengan 10 kali. Setelah sampai 10 kali, maka ‘makan bakso’ ini akan berhenti. Sedangkan pernyataan yang kedua, dalam hal ini jumlah berapa kali makan bakso tidak diketahui, namun yang diketahui hanyalah syarat kapan perulangan ini akan berhenti yaitu ketika ‘sudah kenyang’.


Kedua bentuk looping berdasarkan kapan berhentinya di atas diadopsi ke dalam konsep

pemrograman. Dalam pemrograman, khususnya PHP, nantinya juga akan dijumpai

bentuk-bentuk perulangan tersebut.


Untuk menyatakan looping yang telah diketahui jumlah perulangannya, kita bisa

menggunakan statement FOR atau WHILE.


Sedangkan bila perulangannya tidak diketahui jumlah perulangannya atau hanya

diketahui kondisi kapan dia harus berakhir maka bisa digunakan WHILE.


Dalam bab ini kita akan bahas terlebih dahulu statement FOR.

Sintaks statement FOR adalah sebagai berikut


for (variabel = nilaiawal; variabel operatorlogika nilaiakhir; increment)

{

Proses yang diulang

}


Variabel yang digunakan pada FOR di atas, dinamakan variabel counter atau pencacah.

Contoh:

Script berikut ini akan menghasilkan teks heading mulai dari heading 1, 2 s/d 5.


<?php

$teks = "Hello World";

for ($a = 1; $a <= 5; $a++)

{ echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; }

?>


Hasil output di atas adalah:

Pada for di atas, variabel counternya dalam hal ini adalah $a. Nilai $a ini memiliki nilai

awal sama dengan 1. Selanjutnya operator increment (kenaikan) yang digunakan adalah

$a++ atau $a = $a + 1 (kenaikannya satu) dan nilai akhir untuk $a adalah sama dengan 5.

Perhatikan proses loopingnya sebagai berikut:


$a = 1 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h1>Hello World</h1>"

$a = 2 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h2>Hello World</h2>"

$a = 3 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h3>Hello World</h3>"

$a = 4 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h4>Hello World</h4>"

$a = 5 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h5>Hello World</h5>"

$a = 6 dalam hal ini sudah tidak memenuhi kondisi ($a <= 5), sehinggaperulangan berhenti.


Catatan:

Operator increment tidak harus menggunakan kenaikan 1, contoh


<?php

$teks = "Hello World";

for ($a = 1; $a <= 10; $a+=2)

{

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">";

}

?>

Pada contoh di atas, increment yang digunakan adalah kenaikan 2 ($a += 2). Adapun

prosesnya adalah:

$a = 1 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h1>Hello World</h1>"

$a = 3 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h3>Hello World</h3>"

$a = 5 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h5>Hello World</h5>"

$a = 7 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h7>Hello World</h7>"

$a = 9 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h9>Hello World</h9>"

$a = 11 dalam hal ini sudah tidak memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga perulangan berhenti.


Catatan:

Nilai awal variabel counter tidak harus dimulai dari 1, tapi boleh dari bilangan yang lain.


Catatan:

Selain operator increment, kita juga bisa menggunakan operator decrement (turun)

Contohnya


<?php

$teks = "Hello World";

for ($a = 10; $a > 5; $a--)

{

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">";

}

?>



FOR di dalam FOR (nested FOR)

Statement FOR dapat terletak di dalam sebuah FOR, seperti contoh berikut ini


<?php

for ($a = 1; $a < =3; $a++)


{

for ($b = 1; $b <= 2; $b++)

{

echo "Nilai a = ".$a. " Nilai b = ".$b. "<br />";

}

}

?>


Contoh di atas disebut juga “nested FOR tingkat 2”.

Proses yang terjadi pada script di atas adalah sbb:

•$a = 1 (masih memenuhi $a < =3), maka lakukan for yang terletak di dalam

o $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 1 Nilai b = 1"

o $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 1 Nilai b = 2"

o $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP

•$a = 2 (masih memenuhi $a <= 3), maka lakukan for yang terletak di dalam

o $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 2 Nilai b = 1"

o $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 2 Nilai b = 2"

o $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP

•$a = 3 (masih memenuhi $a <= 3), maka lakukan for yang terletak di dalam

o $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 3 Nilai b = 1"

o $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 3 Nilai b = 2"

o $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP

•$a = 4 (tidak memenuhi $a <= 3), maka STOP


Dengan demikian script di atas akan menghasilkan output

Nilai a = 1 Nilai b = 1

Nilai a = 1 Nilai b = 2

Nilai a = 2 Nilai b = 1

Nilai a = 2 Nilai b = 2

Nilai a = 3 Nilai b = 1

Nilai a = 3 Nilai b = 2


FOR juga dapat tersusun 3 tingkat atau lebih sesuai kebutuhan yang diinginkan programmer.


Contoh-contoh script menggunakan FOR:

A. Script PHP untuk menampilkan bilangan bulat 5 s/d 100 yang berkelipatan 10 Konsep untuk menampilkan bilangan bulat tersebut kita bisa menggunakan looping. Looping dimulai dari bilangan 5, 6, 7, dst sampai dengan 100. Untuksetiap bilangan nantinya kita cek apakah dia kelipatan 10 atau tidak (kita gunakan IF). Jika bilangan tsb merupakan kelipatan 10, maka kita tampilkan. Sedangkan jika tidak, maka abaikan. Berikut ini script PHP nya


<?php

for ($bil = 5; $bil <= 100; $bil++)

{

if ($bil % 10 == 0) echo $bil. "<br />";

}

?>


B. Script PHP untuk menjumlahkan bilangan bulat 2 s/d 50 Yang dimaksud menjumlahkan di sini adalah kita mencari hasil dari 2 + 3 + 4 + 5 +… + 50

Wah… gimana konsepnya nih? Gampang… konsepnya adalah kita ambil suatuvariabel sembarang terlebih dahulu, misalkan namanya ‘jumlah’. Nah… pertamatama‘jumlah’ ini bernilai 0. Selanjutnya kita jumlahkan ‘jumlah’ dengan bilangan pertama yaitu 2, dan hasilnya kita simpan ke dalam ‘jumlah’ yang baru. Sehingganilai ‘jumlah’ sekarang adalah 0 + 2 = 2. Trus… kita jumlahkan lagi ‘jumlah’dengan bilangan kedua yaitu 3. Dan lagi-lagi hasilnya kita simpan dalam ‘jumlah’lagi. Sehingga hasil ‘jumlah’ yang baru adalah 2 + 3 = 5. Berikutnya ‘jumlah’ kita jumlahkan lagi dengan bilangan ketiga yaitu 4, dan diperoleh ‘jumlah’ = 5 + 4 = 9.

Proses ini berlanjut sampai dengan 50.

Nah… konsep di atas bisa kita terapkan ke dalam suatu proses looping, karena didalamnya terdapat proses yang diulang-ulang yaitu proses penjumlahan antara‘jumlah’ dengan bilangan.


<?php

$jumlah = 0;

for ($bil = 2; $bil <= 50; $bil++)

{

$jumlah = $jumlah + $bil;

}

echo "Hasilnya adalah ".$jumlah;

?>


C. Script PHP untuk mencari banyaknya bilangan bulat mulai dari 3 s/d 127 yang

merupakan kelipatan 6.

Konsep untuk membuat script ini, mirip dengan A dan B. Dalam hal ini kita harusmengecek untuk setiap bilangan apakah dia merupakan kelipatan 6 atau tidak.

Jika ya, maka dia ikut dihitung. Jika tidak, maka dia diabaikan.


<?php

$hitung = 0;

for ($bil = 3; $bil <= 127; $bil++)

{

if ($bil % 6 == 0) $hitung = $hitung + 1;

}

echo "Banyaknya bilangan bulat adalah ".$hitung;

?>


D. Script PHP untuk membuat tabel dengan n baris dan m kolom secara otomatis

Nah… untuk kasus yang satu ini, kita harus tahu tag untuk membuat tabelterlebih dahulu. Tentu kita tahu bahwa tag untuk membuat tabel dengan 3 baris2 kolom misalnya, adalah sebagai berikut:


<table border="1">

<tr><td>…</td><td>… </td></tr>

<tr><td>…</td><td>… </td></tr>

<tr><td>…</td><td>… </td></tr>

</table>


Perhatikan baik-baik tag di atas. Untuk membuat tabel di atas, tag <td>..</td>dalam satu baris ditulis 2 kali (sesuai jumlah kolom yang diinginkan). Sedangkan<tr> dan </tr> ditulis 3 kali (sesuai jumlah baris yang diinginkan).

Konsep untuk membuat script PHP yang bisa mengenerate tabel dengan n barisdan m kolom secara otomatis adalah sebagai berikut.


Kita membuat baris pertama <tr> terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan denganmembuat kolom <td>..</td> sebanyak jumlah kolom. Setelah selesai membuatkolom, ditutup dengan </tr>. Baris pertama selesai. Berikutnya buat baris ke dua. Pertama kita juga buat <tr>, lalu dilanjutkan dengan <td>…</td> sebanyak jumlah kolom dan diakhiri dengan </tr>. Nah.. proses ini diulang terus sampai dengan jumlah baris.


Apabila kita lihat konsep di atas, maka dapat kita lihat terdapat dua proses perulangan yaitu untuk membuat baris dan kolomnya. Sehingga dalam hal ini kita gunakan FOR di dalam FOR (nested FOR tingkat 2)

<?php

$jumBaris = 10;

$jumKolom = 6;

echo "<table border=’1’>";

for ($baris = 1; $baris <= $jumBaris; $baris++)

{

echo "<tr>";

for ($kolom = 1; $kolom <= $jumKolom; $kolom++)

{

echo"<td>…</td>";

}

echo "</tr>";

}

echo "</table>";

?>


E. Script PHP untuk menghasilkan list combo box berisi tahun mulai 1930 s/d 2008

secara otomatis

Anda mau membuat combo box berisi pilihan tahun 1930 s/d 2008? Jika secara manual, maka Anda harus membuat tag seperti di bawah ini


<select name="tahun">

<option value="1930">1930</option>

<option value="1931">1931</option>

<option value="1932">1932</option>

<option value="1933">1933</option>

<option value="1934">1934</option>

.

.

</select>

Hwaduh… panjang banget yah… !!! Males dah… Eh, ngapain gak coba pakai

looping saja? Kan bisa cepet?


<?php

echo "<select name=’tahun’>";

for ($tahun = 1930; $tahun <= 2008; $tahun++)

{

echo "<option value=’".$tahun."’>".$tahun."</option>";

}

echo "</select>";

?>



Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com


Kamis, 14 April 2022

Belajar Koding PHP Dasar - Statement Kontrol – IF

Belajar Koding PHP Dasar - Statement Kontrol – IF







Dasar


<?php

$bil = 10;

if ($bil == 5) 

{ echo "Bilangan sama dengan 5"; }

Else 

{ echo "Bilangan sama Tidak sama dengan 5"; }


?>


Tugas 1

Tambahkan Program Diskon pada Form Pemesanan Barang pada Tugas sebelumnya, 

Jika pembelian diatas 10, 20 dan 100.

Tugas 2

Buatlah Form Login dimana Hanya user yang sudah login yang bisa memesan barang dari Tugas 1.


Lihat dan edit contoh berikut :


<form method="post" action="login.php">

Username <input type="text" name="username"> <br />

Password <input type="password" name="pass"> <br />

<input type="submit" name="submit" value="Submit">

</form>


Selanjutnya kita buat script login.php


<?php


$username = $_POST[‘username’];

$password = $_POST[‘pass’];

if ((($username == "joko") && ($password == "jokokusayang")) ||

(($username == "amir") && ($password == "amirkusayang")))

{

echo "Login sukses";

}

else

{

echo "Login gagal";

}


?>



Tugas ini membutuhkan sebuah kreativitas, silahkan coba pahami dan kerjakan dengan pelan2 saja … 

Kami sediakan waktu sekitar 1 jam … 


Sekarang kita masuk ke bab yang sangat penting dalam programming yaitu statement kontrol. Mengapa sangat penting? Ya… karena dengan statement ini kita bisa mengontrol aliran program/script.


Pada contoh-contoh script yang sudah saya berikan dalam bab-bab sebelumnya hanya terdiri dari satu aliran program saja, yaitu top – down. Artinya top – down apa? Artinya setiap perintah yang ada dijalankan satu-persatu mulai dari atas sampai dengan paling bawah, dan selesai. Kita ambil contoh script PHP berikut ini yang digunakan untuk menampilkan luas sebuah persegi panjang dengan panjang 10 satuan luas dan lebar 15 satuan luas.


<?php


$panjang = 10;

$lebar = 15;


$luas = $panjang * $lebar;


echo "Luas persegi panjang = " . $luas . " satuan luas";


?>


Script di atas menggunakan sebuah aliran saja. Pertama jalankan perintah paling atas ($panjang = 10;), lalu jalankan perintah kedua ($lebar = 15), kemudian jalankan perintah untuk menghitung luas, dan terakhir tampilkan luasnya, selesai.


Namun… tidak semua script/program hanya terdiri dari sebuah aliran saja yang sederhana seperti di atas. Terkadang atau bahkan sering nantinya kita membuat script yang di dalamnya terdapat perintah yang harus diulang-ulang sampai berapa kali, terkadang juga ada perintah yang hanya dijalankan pada kondisi atau berdasarkan syarat tertentu saja. Hal ini kita bisa atur dengan menggunakan statement kontrol.


Dalam dunia pemrograman umumnya, terdapat 2 jenis statement kontrol yaitu:


statement kontrol kondisional (bersyarat) dan statement kontrol perulangan (looping).


Statement kontrol kondisional adalah statement kontrol yang digunakan untuk mengatur kapan suatu perintah akan dijalankan. Dengan statement ini kita bisa mengatur kapan suatu perintah akan dijalankan, yaitu ketika telah dipenuhinya suatu syarat tertentu.


Sedangkan statement kontrol perulangan digunakan untuk mengatur perintah yang dijalankan secara berulang-ulang. Dalam PHP, terdapat dua buah statement kontrol yang termasuk statement kontrol kondisional, yaitu IF dan CASE OF. Sedangkan yang termasuk statement kontrol perulangan adalah: FOR, WHILE, DO WHILE dan FOREACH.


Untuk mempermudah pembahasan masing-masing statement kontrol tersebut, akan dibahas secara bab per bab saja. Nah… pada bab 7 ini pembahasan hanya difokuskan pada statement kontrol IF. … are u ready to learn? ☺


OK… pembahasan tentang IF ini akan saya mulai dari pertanyaan berikut ini

Apa yang Anda pahami bila menjumpai pernyataan di bawah ini?


Jika sore ini hujan, maka saya akan menghabiskan waktu di rumah.


Pernyataan di atas mengandung sebab akibat. Bila Anda lihat, keterangan ‘sore ini hujan’ adalah merupakan suatu syarat. Apa akibatnya bila syarat tersebut terpenuhi? Ya… ‘saya akan menghabiskan waktu di rumah’. Dengan demikian, ‘saya akan menghabiskan waktu di rumah’ ini hanya akan dilakukan apabila syaratnya terpenuhi atau ‘sore ini hujan’.


Dalam dunia logika, istilah ‘terpenuhinya suatu syarat’ dapat dikatakan sebagai ‘syarat tersebut bernilai BENAR atau TRUE’.


Nah… bentuk pernyataan ‘jika… maka…’ pada contoh di atas dapat diadopsi dalam programming. Untuk menyatakan pernyataan tersebut dalam programming, khususnya PHP, kita bisa menggunakan statement kontrol IF Adapun sintaks atau aturan penulisan IF nya adalah sebagai berikut:


if (syarat)

{

statement;

}


Catatan: Kata ‘if’ harus ditulis dalam huruf kecil semua.


Dalam sintaks di atas, bagian ‘statement’ akan dijalankan atau dilakukan jika ‘syarat’ terpenuhi atau ‘syarat’ bernilai benar/true. Trus… bagaimana bila ‘syarat’ tidak terpenuhi? Ya…bagian ‘statement’ tidak akan dijalankan atau dalam hal ini tidak melakukan apa-apa. Dengan demikian, nilai ‘syarat’ haruslah hanya ada dua kemungkinan, yaitu BENAR atau SALAH itu saja.


Operator Relasional

Terkadang untuk menyatakan suatu syarat, kita menggunakan operator pembanding atau relasional. Hasil penggunaan operator relasional ini akan diperoleh nilai BENAR atau SALAH. Berikut ini beberapa operator relasional yang dapat digunakan


Perhatikan contoh penggunaan operator relasional pada statement IF berikut ini


<?php


$bil = 10;


if ($bil > 5)

{

echo "Bilangan lebih besar dari 5";

}


?>


Pada script di atas, nilai dari variabel $bil adalah 10. Selanjutnya terdapat statement IF yang di dalamnya terdapat syarat: jika nilai $bil lebih besar dari 5, maka tampilkan teks ‘Bilangan lebih besar dari 5’. Dalam hal ini syarat bernilai BENAR, karena 10 > 5. Karena syarat bernilai BENAR, maka perintah echo " Bilangan lebih besar dari 5"; akan dijalankan.


Namun.. coba perhatikan contoh script berikut ini:


<?php


$bil = 10;

if ($bil == 5)

{

echo "Bilangan sama dengan 5";

}


?>


Pada script di atas, syarat bernilai SALAH, karena 10 tidak sama dengan 5. Dengan demikian perintah echo "Bilangan sama dengan 5"; tidak akan dijalankan.


Operator Logika

Untuk menyatakan suatu syarat, kita dapat menggunakan operator logika. Ketika Anda menempuh sekolah SMA kelas 1, tentu Anda pernah belajar tentang logika dalam matematika. Masih ingatkah Anda dengan operator DAN, ATAU dan juga NEGASI, serta tabel kebenaran BENAR-SALAH? Ya… jangan dikira materi tersebut tidak ada gunanya.


Materi tersebut akan dipakai dalam konsep pemrograman.


Dalam pemrograman PHP, terdapat beberapa operator logika yang bisa digunakan:

 

Sedangkan berikut ini tabel kebenaran dari masing-masing operator

Tabel hasil operasi logika AND

Tabel hasil operasi logika OR

Tabel hasil operasi logika Negasi (NOT)

Contoh penggunaan operator logika


<?php


$hobi = "makan";

if (($hobi == "makan") || ($hobi == "ngemil"))

{

echo "Awas… jangan banyak-banyak, ntar kebanyakan kolesterol<br />";

echo "Serta banyak olahraga ya…";

}


?>


Pada script di atas, nilai $hobi adalah "makan", sedangkan untuk syarat terdapat dua keadaan yaitu $hobi == "makan" serta $hobi == "ngemil". Diantara kedua keadaan tersebut terdapat operator OR. Keadaan pertama dalam hal ini bernilai BENAR sedangkan keadaan kedua bernilai SALAH. Sehingga apabila kita lihat tabel kebenaran, BENAR OR SALAH dihasilkan BENAR. Dengan demikian syarat bernilai BENAR dan akibatnya perintah echo "Awas… jangan banyak-banyak, ntar kebanyakan kolesterol"; akan dijalankan.

Bentuk IF yang lain

Selain bentuk IF di atas, terdapat pula bentuk IF seperti di bawah ini


if (syarat)

{

statement 1

}

else

{

statement 2

}


Bentuk if IF di atas, statement 1 akan dijalankan apabila nilai ‘syarat’ adalah BENAR.

Sedangkan bila ‘syarat’ bernilai SALAH maka yang dijalankan adalah statement 2.

Contoh script:

<?php

$bil = 10;

if ($bil == 10)

{

echo "Bilangan sama dengan 10";

}

else

{

echo "Bilangan tidak sama dengan 10";

}

?>

Script di atas akan menampilkan "Bilangan sama dengan 10". Sekarang perhatikan script

berikut ini


<?php

$bil = 12;

if ($bil == 10)

{

echo "Bilangan sama dengan 10";

}

else

{

echo "Bilangan tidak sama dengan 10";

}

?>


Script di atas akan menampilkan "Bilangan tidak sama dengan 10".

Selain bentuk kedua IF di atas, terdapat pula bentuk IF seperti di bawah ini:


if (syarat 1)

{

Statement 1;

}


else if (syarat 2)

{

Statement 2

}

else if (syarat 3)

{

Statement 3

}

.

.

else {

Statement X

}


Pada bentuk IF di atas, Statement 1 akan dijalankan apabila ‘syarat 1’ bernilai BENAR.

Jika ‘syarat 1’ bernilai SALAH, maka akan dicek ‘syarat 2’. Jika ‘syarat 2’ BENAR maka akan dijalankan Statement 2, begitu seterusnya. Dan apabila ternyata tidak ada satupun syarat yang terpenuhi, barulah Statement X akan dikerjakan.

Contoh script:


<?php


$nilai = 70;

if ($nilai > 50)

{

echo "Nilai lebih besar dari 50";

}

else if ($nilai < 50)

{

echo "Nilai lebih kecil dari 50";

}

else

{

echo "Nilai sama dengan 50";

}


?>


Script di atas akan menghasilkan "Nilai lebih besar dari 50" karena syarat ‘$nilai > 50’

bernilai BENAR. Begitu terdapat syarat yang bernilai benar, maka syarat yang terletak di

bawahnya tidak akan dicek.


Selanjutnya bagaimana dengan script berikut ini?


<?php


$nilai = 50;

if ($nilai > 50)

{

echo "Nilai lebih besar dari 50";

}

else if ($nilai < 50)

{

echo "Nilai lebih kecil dari 50";

}


?>


Pada script di atas, syarat ‘$nilai > 50’ bernilai SALAH. Karena syarat ini bernilai SALAH,

maka selanjutnya akan dicek syarat ‘$nilai < 50’. Syarat inipun juga SALAH. Dengan

demikian hasil script di atas tidak akan muncul apa-apa, karena dalam hal ini tidak

terdapat alternatif terakhir ‘else’. Beda halnya pada script berikut ini:


<?php


$nilai = 50;

if ($nilai > 50)

{

echo "Nilai lebih besar dari 50";

}

else if ($nilai < 50)

{

echo "Nilai lebih kecil dari 50";

}

else

{

echo "Nilai sama dengan 50";

}


?>


Pada script di atas, hasil dari script adalah "Nilai sama dengan 50".

Contoh-contoh Aplikasi Script dengan IF.

Script untuk menentukan apakah suatu huruf termasuk huruf vokal (asumsi: huruf yang digunakan adalah kapital)


<?php


$huruf = "A";

if (($huruf == "A") || ($huruf == "I") || ($huruf == "U") || ($huruf == "E") ||

($huruf == "O"))

{

echo "Termasuk huruf vokal";

}

else

{

echo "Tidak termasuk huruf vokal";

}

?>


Script untuk mencari bilangan terbesar dari 3 buah bilangan: 6, 9 dan 10.

Bagaimana ide untuk mencari bilangan terbesar dari ketiga bilangan tersebut? Idenya

adalah kita membandingkan setiap bilangannya.

Langkahnya:

1. Kita cari terlebih dahulu bilangan terbesar di antara bilangan pertama dan kedua (misalkan dinamakan ‘max’)

Untuk mencari ‘max’ caranya dengan membandingkan bilangan pertama dengan kedua.

Jika bilangan pertama > bilangan kedua, maka nilai ‘max’ adalah bilangan pertama. Jika tidak, maka ‘max’ adalah bilangan kedua.

2. Setelah kita tahu bilangan terbesar di antara bilangan pertama dan kedua (‘max’), langkah berikutnya kita cari bilangan terbesar di antara ‘max’ dengan bilangan ketiga. Nilai terbesar dari ketiga bilangan adalah nilai yang terbesar di antara bilangan ketiga dengan ‘max’.

Untuk mencari bilangan terbesar antara ‘max’ dengan bilangan ketiga, caranya sama seperti langkah pertama.


<?php

$bil1 = 6;

$bil2 = 9;

$bil3 = 10;

if ($bil1 > $bil2)

{

$max = $bil1;

}

else

{

$max = $bil2;

}

if ($max > $bil3)

{

$maxSemua = $max;

}

else

{

$maxSemua = $bil3;

}

echo "Nilai terbesar dari ketiga bilangan adalah ".$maxSemua;

?>

Script untuk mengilustrasikan proses login.


Script berikut ini akan mengilustrasikan proses login. Sebagai contoh, misalkan user yang bisa login hanyalah user bernama ‘joko’ (password: ‘jokokusayang’) serta user bernama ‘amir’ (password: ‘amirkusayang’).


Konsep login pada prinsipnya pengecekan nama user dan password saja. Jika nama user dan passwordnya cocok maka login sukses.

Pertama kita buat terlebih dahulu form loginnya.


<form method="post" action="login.php">

Username <input type="text" name="username"> <br />

Password <input type="password" name="pass"> <br />

<input type="submit" name="submit" value="Submit">

</form>


Selanjutnya kita buat script login.php


<?php


$username = $_POST[‘username’];

$password = $_POST[‘pass’];

if ((($username == "joko") && ($password == "jokokusayang")) ||

(($username == "amir") && ($password == "amirkusayang")))

{

echo "Login sukses";

}

else

{

echo "Login gagal";

}


?>


Script di atas dapat kita pahami bahwa proses login akan sukses bila username yang

dimasukkan adalah ‘joko’ dan passwordnya ‘jokokusayang’, atau usernamenya ‘amir’

dan passwordnya ‘amirkusayang’. Dengan demikian, andaikan usernamenya benar,

misalkan ‘joko’, namun passwordnya salah, maka login juga gagal.


Script untuk mengkonversi nilai angka ke huruf.

Misalkan pada suatu universitas menerapkan kebijakan konversi dari nilai angka ke

huruf sebagai berikut:

Nilai Angka Nilai Huruf


80 s/d 100 A

70 s/d 79 B

60 s/d 69 C

50 s/d 59 D

0 s/d 49 E


Nah.. kita akan coba membuat script PHP untuk melakukan konversi tersebut.

Dalam hal ini, nilai angka yang diberikan 0 s/d 100. Dengan kata lain, konversi ke nilai

huruf ini akan dilakukan apabila nilai angkanya 0 s/d 100. Untuk itu, dalam script yang

akan dibuat terlebih dahulu akan dilakukan pengecekan apakah nilai yang diberikan 0

s/d 100 atau tidak.


<?php

$nilaiAngka = 87;


if (($nilaiAngka < 0) || ($nilaiAngka > 100))

{

echo "Nilai angka yang diberikan salah";

}

else

{

if (($nilaiAngka >= 80) && ($nilaiAngka <= 100))

{

$nilaiHuruf = "A";

}

else if (($nilaiAngka >= 70) && ($nilaiAngka <= 79))

{

$nilaiHuruf = "B";

}

else if (($nilaiAngka >= 60) && ($nilaiAngka <= 69))

{

$nilaiHuruf = "C";

}

else if (($nilaiAngka >= 50) && ($nilaiAngka <= 59))

{

$nilaiHuruf = "D";

}

else if (($nilaiAngka >= 0) && ($nilaiAngka <= 49))

{

$nilaiHuruf = "E";

}

echo "Nilai hurufnya adalah ".$nilaiHuruf;

}

?>

Script di atas akan ekuivalen dengan script berikut ini

<?php

$nilaiAngka = 87;

if (($nilaiAngka < 0) || ($nilaiAngka > 100))

{

echo "Nilai angka yang diberikan salah";

}

Else

{

if ($nilaiAngka >= 80)

{

$nilaiHuruf = "A";

}

else if ($nilaiAngka >= 70)

{

$nilaiHuruf = "B";

}

else if ($nilaiAngka >= 60)

{

$nilaiHuruf = "C";

}

else if ($nilaiAngka >= 50)

{

$nilaiHuruf = "D";

}

else if ($nilaiAngka >= 0)

{

$nilaiHuruf = "E";

}

echo "Nilai hurufnya adalah ".$nilaiHuruf;

}

?>


Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com



Belajar Koding PHP Dasar - POST dan GET Request

Belajar Koding PHP Dasar - POST dan GET Request



POST Request

POST request adalah proses mengirim data (submit) melalui form yang berasal dari

(X)HTML. Karena PHP adalah bahasa program atau scripting, maka PHP bisa digunakan

untuk menerima data hasil submit tersebut. Data yang diterima nantinya bisa diproses

dalam script PHP.


Contoh


Index.php


<html>

<head>

<title>Contoh Request POST</title>

</head>

<body>

<h1>Input dua bilangan</h1>


<form method="post" action="index.php">

Masukkan Bilangan 1 <input type="text" name="bil1" /><br />

Masukkan Bilangan 2 <input type="text" name="bil2" /><br />

<input type="submit" name="submit" value="Submit" />

</form>


<?php


$bilangan1 = $_POST['bil1'];

$bilangan2 = $_POST['bil2'];

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan pertama = ".$bilangan1. "</p>";

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan kedua = ".$bilangan2. "</p>";


?>


</form>

</body>

</html>


Tugas

Buatlah Form Pemesanan Barang Sederhana. 

Galilah Kreativitas Anda …

Gabungkan dengan Kode HTML di bab 2 agar tampilan sedikit menarik

Pada bab sebelumnya, kita telah mengenal proses assignment. Anda dapat mengassign

suatu nilai kepada suatu variabel. Proses assignment yang telah kita pelajari adalah

dengan cara memberikan perintah sbb:

$namaVariabel = nilai;

Di dalam scriptnya secara langsung. Misalnya:


<?php

$bilangan1 = 2;

$bilangan2 = 6;

$jumlah = $bilangan1 + $bilangan2;

echo "Hasil penjumlahannya adalah ".$jumlah;

?>


Nah… sekarang kita coba kembangkan sedikit. Pada script di atas kita hanya bisa

menjumlahkan bilangan 2 dan 6. Kalaupun kita ingin menjumlahkan bilangan yang lain,

maka kita harus mengedit scriptnya dan mengubah kedua bilangan. Sekarang…

bagaimana kalau kita kembangkan script di atas supaya bisa menjumlahkan bilanganbilangan

lain tanpa mengubah scriptnya supaya lebih interaktif.

Untuk bisa melakukan hal di atas, Anda terlebih dahulu harus telah memahami POST

dan GET Request.


POST Request

POST request adalah proses mengirim data (submit) melalui form yang berasal dari

(X)HTML. Karena PHP adalah bahasa program atau scripting, maka PHP bisa digunakan

untuk menerima data hasil submit tersebut. Data yang diterima nantinya bisa diproses

dalam script PHP.


Untuk menerima data dari proses submit form dalam PHP, kita gunakan statement

assignment berikut ini.


$namaVariabel = $_POST['nama komponen dalam form'];


Dalam hal ini, nama variabel boleh sama atau tidak sama dengan nama komponen

dalam form. Namun… sangat disarankan, Anda membuat nama variabel yang berbeda

dari nama komponen formnya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya

hacking.

Perhatikan contoh berikut ini:

Dalam contoh ini, kita coba membuat form HTML yang di dalamnya terdapat dua

komponen input dua buah bilangan.


input.htm


<html>

<head>

<title>Contoh Request POST</title>

</head>

<body>

<h1>Input dua bilangan</h1>

<form method="post" action="proses.php">

Masukkan Bilangan 1 <input type="text" name="bil1" /><br />

Masukkan Bilangan 2 <input type="text" name="bil2" /><br />

<input type="submit" name="submit" value="Submit" />

</form>

</body>

</html>


Pada form di atas dapat kita lihat bahwa terdapat dua komponen dalam form, yang

masing-masing memiliki nama ‘bil1’ dan ‘bil2’ (perhatikan atribut name="…" pada

komponen). Keduanya kebetulan merupakan komponen form berbentuk text box.

Selanjutnya, perhatikan bagian atribut action="proses.php". Apa maksud dari atribut

tersebut? Atribut ini memiliki makna bahwa apabila tombol submit tersebut diklik, maka

data yang diisikan pada form nantinya akan dikirim dan diolah pada script bernama


proses.php.


Sekarang, kita coba buat script proses.php nya. Dalam script ini, kita coba untuk

membaca nilai yang diisikan ke dalam form di atas, lalu menampilkannya ke browser.


proses.php


<?php

$bilangan1 = $_POST['bil1'];

$bilangan2 = $_POST['bil2'];

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan pertama = ".$bilangan1. "</p>";

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan kedua = ".$bilangan2. "</p>";

?>


Anda juga menggabungkan script di atas dengan struktur XHTML yang lebih lengkap

seperti di bawah ini


proses.php


<?php

$bilangan1 = $_POST['bil1'];

$bilangan2 = $_POST['bil2'];

?>


<html>

<head>

<title>Contoh Request POST</title>

</head>

<body>

<h1>Input dua bilangan</h1>

<?php

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan pertama = ".$bilangan1. "</p>";

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan kedua = ".$bilangan2. "</p>";

?>

</body>

</html>


Selain cara di atas yaitu menyimpan nilai dari $_POST[] ke variabel tertentu, Anda dapat

pula langsung menggunakan $_POST[] untuk diproses tanpa disimpan ke variabel

tertentu. Perhatikan contoh berikut ini


proses.php


<html>

<head>

<title>Contoh Request POST</title>

</head>

<body>

<h1>Input dua bilangan</h1>

<?php

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan pertama = ".$_POST['bil1']. "</p>";

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan kedua = ".$_POST['bil2']. "</p>";

?>

</body>

</html>


Sekarang kita tinjau contoh kedua. Pada contoh pertama kita buat script proses.php

hanya sekedar menampilkan dua bilangan yang diinputkan pada form. Selanjutnya kita

buat script berikutnya, misalkan masih tetap sama nama filenya yaitu proses.php akan

tetapi digunakan untuk menampilkan hasil penjumlahan dua bilangan yang diinputkan

tadi.

Adapun konsepnya hampir sama, yaitu pertama baca terlebih dahulu bilanganbilangannya

lalu jumlahkan keduanya dan hasil penjumlahannya kita tampilkan.


proses.php


<?php

$bilangan1 = $_POST['bil1'];

$bilangan2 = $_POST['bil2'];

$jumlah = $bilangan1 + $bilangan2;

?>


<html>

<head>

<title>Contoh Request POST</title>

</head>

<body>

<h1>Input dua bilangan</h1>

<?php

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan pertama = ".$bilangan1. "</p>";

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan kedua = ".$bilangan2. "</p>";

echo "<p>Hasil penjumlahannya adalah ".$jumlah. "</p>";


?>

</body>

</html>






GET Request

Apabila POST request adalah proses merequest data melalui form, maka GET request

adalah melalui URL.

Terkadang ketika browsing di internet, kita temukan URL atau link yang berbentuk

misalnya seperti berikut ini


http://situs.com/script.php?a=4&b=6


Perhatikan bagian URL yang saya kasih bold tersebut. Bagian tersebut dinamakan

parameter. Konsep GET Request pada prinsipnya mirip dengan POST. Nah… pada contoh

URL di atas maksudnya adalah mensubmit atau mengirim data ke script bernama

script.php. Apa yang dikirim? Yang dikirim adalah nilai a = 4 dan b = 6. Nilai yang dikirim

tersebut nantinya akan dijadikan sebagai input pada proses yang terjadi di script.php.

Selanjutnya bagaimana membaca input dari GET request tersebut? Caranya adalah

menggunakan $_GET['nama parameter'];

Akan saya berikan contoh script untuk menjumlahkan dua buah bilangan yang diinput

melalui GET request.


proses.php


<?php

$bilangan1 = $_GET['bil1'];

$bilangan2 = $_GET['bil2'];

$jumlah = $bilangan1 + $bilangan2;

?>


<html>

<head>

<title>Contoh Request GET</title>

</head>

<body>

<h1>Input dua bilangan</h1>

<?php

echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan pertama = ".$bilangan1. "</p>";


echo "<p>Anda telah memasukkan bilangan kedua = ".$bilangan2. "</p>";

echo "<p>Hasil penjumlannya adalah ".$jumlah. "</p>";

?>

</body>

</html>


Lantas bagaimana menjumlahkan dua bilangan menggunakan script di atas yang

menggunakan GET request? Caranya cukup mengetikkan URL berikut ini


http://localhost/proses.php?bil1=100&bil2=150


URL di atas akan menjumlahkan dua bilangan yaitu 100 (bil1) dan 150 (bil2).

Catatan:

Tanda ampersand (&) digunakan untuk memisahkan antar parameter.

Anda juga menjalankan script di atas melalui sebuah link.


jumlah.htm


<html>

<head>

<title>Contoh Request GET</title>

</head>

<body>

<a href='http://localhost/proses.php?bil1=100&bil2=150'>Klik di sini</a>

</body>

</html>


Download Modul-modul Bimbel lainnya di Aplikasi, 

Ketik 

AqilaDroid 

di PlayStore 

atau Klik Link Berikut :

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aqila.aqiladroid


PlayList Video Tutorial Materi

https://youtube.com/playlist?list=PLNYE6uj1u6t-oxopv9GDgjtE8HUI3v6jE


Dilarang meng-Share

Pelajari dulu, setelah Anda Paham, Buatlah sesuatu yang bisa Anda share

Hargailah Hasil Karya Orang Lain, maka Anda akan berharga


Daftar Pustaka

http://blog.rosihanari.net

https://www.w3schools.com

https://www.000webhost.com

http://rosihanari.net

https://templated.co

https://themewagon.com

https://www.onphpid.com

https://html-cleaner.com



 

 

 

 

 

 

 Bimbel Aqila Magelang

Bimbel Aqila Magelang

Offline di Magelang
Online di Indonesia

Tanjunganom Banjarnegoro Mertoyudan Magelang
WhatsApp 085640451319
Daftar Video dan Modul Belajar Lainnya bisa di download di Aplikasi Klik Disini
Daftar Harga Les di Bimbel Aqila Magelang
 

Bimbel SD 8 Sesi


  • Privat di Bimbel - Rp 240K
  • Privat di Rumah - Rp 280K
  • Private Online - Rp 280K
  • Kelompok di Bimbel - Rp 100K 

 

Bimbel SMP 8 sesi


  • Privat di Bimbel - Rp 280K
  • Privat di Rumah - Rp 320K
  • Privat Online - Rp 280K
  • Kelompok di Bimbel - Rp 115K 

 

Bimbel SMA 8 Sesi


  • Privat di Bimbel - Rp 400K
  • Privat di Rumah - Rp 400K
  • Privat Online - Rp 400K
 
SBMPTN - UTBK - Saintek - 17 Sesi
Privat di Bimbel / Online - Rp 1.360K


SBMPTN - UTBK - Soshum - 12 Sesi
Privat di Bimbel / Online - Rp 1.200K

Privat Mengaji
  • di Bimbel Rp 20K/45 menit
  • di Rumah Rp 35K/45 menit
 
Pendaftaran - Rp 50K
WhatsApp 085640451319

 

 
 
 

Aplikasi Absen Bimbel

Aplikasi Android Absensi sederhana untuk Les di Bimbel maupun Privat di rumah dilengkapi Notifikasi dalam bentuk WhatsApp ke Ortu.
Absen dilakukan oleh Tutor dengan memilih Siswa, lalu bisa ditambahkan keterangan baik Nilai Proses, Materi atau repot apa yang terjadi selama les.
 
Fungsi
  • Rekap Bulanan Absen per Tutor bisa digunakan sebagai acuan penggajian
  • Rekap Absen per Siswa bisa digunakan sebagai acuan pembayaran
  • Rekap Absen Harian
  • Notifikasi dalam bentuk WhatsApp ke Ortu dan Siswa lengkap dengan Keterangan seperti Nilai Proses atau Materi yang di input oleh tutor saat Absen.
  • Eksport data Absen per Siswa atau Tutor dalam bentuk Text lebih mudah tanpa harus buka di excel.
Digunakan untuk
  • Bimbel yang membutuhkan Rekapitulasi Absen untuk melengkapi kegiatan Les.
  • Bimbel yang belum memiliki Komputer dan Wifi karena semua kegiatan cukup dilakukan dengan HP.
Kelemahan
  • Hanya tersedia di HP Android
  • Belum bisa Import data secara langsung, Untuk itu Kami bisa bantu Import apabila lebih dari 30 siswa. Gratis untuk sekali Import yaa.., Selanjutnya ada Biaya 50 ribu per sekali Import. Syarat! sudah dalam bentuk excel file kirimkan melalui WhatsApp.
 
Contoh Aplikasi Download dan Install 
 
Mencoba Login jadi Admin
  • Nomor HP Bimbel 012345678910
  • Nomor HP 012345678910
  • Password 12345
 
Login Jadi Tutor
Untuk mencoba menjadi Tutor silahkan input data Tutor dengan Data diri Anda Sendiri dan silahkan login dengan HP lain.
Untuk mencoba jadi siswa silahkan input data siswa dengan Nomor HP lain (Siswa Tidak perlu Install).
 
Video Penjelasan Klik Disini
 

Ada 2 Paket Pembelian yang bisa dipilih

 
Paket Ekonomis, 
 
  • Rp 100 ribu 
  • Sudah termasuk Kuota 3000 Notifikasi WA
  • Selanjutnya Rp 20 per Notifikasi WA
  • memakai Aplikasi yang sudah ada.
 
Aplikasi Server WhatsApp Mandiri,
 
  • Harga 3 jt
  • Sudah termasuk Kuota 20.000 Notifikasi WA
  • Sudah termasuk HP untuk Server (Harga HP sekitar 1,3 jt an)
  • Selanjutnya Rp 10 per Notifikasi WA untuk biaya database.
  • Dengan adanya server WhatsApp sendiri, Chat WA Masuk bisa terpantau di Komputer.
  • lama pembuatan 15 s.d. 30 hari.
  • Syarat menyediakan HP Android os.7.+ yang akan hidup 24 jam online di lokasi Anda sendiri yang bertugas menerima data dan mengirim dalam bentuk WhatsApp.
  • Video Penjelasan Server WA Klik Disini
 
Asumsi Biaya Notifikasi
  • Untuk Bimbel 50 siswa biaya Notif WA Bulanan sekitar Rp 12 ribuan. 
 
WhatsApp 081391005464
 
 
 
  

Aplikasi Bimbel

 
Fungsi Utama
  • Database Siswa dan Tutor.
  • Pencatatan Kehadiran, Pembayaran, Jadwal dan Nilai.
  • Admin buka dalam bentuk Website, Untuk Siswa dan Tutor buka di Aplikasi Android.
  • Pencarian Cepat Status Siswa (Menunggak Bayar dan Hadir Terakhir Kapan).
  • Absen Siswa dilakukan di HP Tutor (Login), dan akan dikirimkan Notif ke Ortu bahwa siswa telah hadir, begitu pula dengan Pembayaran dan Nilai.
  • Broadcast Info seperti Jadwal, Tidak masuk Les dll.
 
Ada 2 Paket yg bisa dipilih 
  • Aplikasi Go Bimbel - Harga Rp 300 ribu
  • Aplikasi Android dengan Nama Bimbel Sendiri - Harga 1,3 juta - lama pembuatan 15 harian
 
Contoh Aplikasi Bimbel untuk Simulasi
Admin, Ketik contohadmin.aqilacourse.net dengan Google Chrome di Laptop
Nomor HP  1   Password 1
 
Siswa dan Tutor. buka di Aplikasi Androidnya Download dan Install
 
Biaya Berjalan
  • Biaya Tahunan Rp 100 ribu
  • Biaya Info Rp 20/kirim (Optional)
Video Penjelasan Penggunaan Klik Disini
 
Setelah Pembayaran
Anda akan mendapat Akun ke gobimbel.net dan  Aplikasi Android Go Bimbel
 
WhatsApp 081391005464
 
 
 
 

Aplikasi Admin Rental Mobil

 
Fungsi :
  • Booking Mobil oleh Admin / Agen
  • Data Mobil Keluar Hari ini
  • Pencarian Mobil yg Ready
  • Rekap Setoran Harian, Rekap Bulanan
  • Bisa dibuka di Banyak HP dgn Data yg Sama
 
Download Aplikasi Administrasi Rental Mobil - Klik Disini
  
Coba Login jadi Admin
  • HP Pemilik 012345678910
  • Nomor HP 012345678910
  • Password 12345
 
Harga
  • Memakai Aplikasi yg sudah ada Rp 400 rb akan mendapatkan Akun untuk Login Jumlah Mobil dan Agen tidak terbatas.
  • Aplikasi Sendiri dengan Nama Rental Sendiri Rp 2,5 juta (Lama pembuatan sekitar 15 hari)
  • Aplikasi Master bisa menjual lagi Akun di dalam Aplikasi Rp 7 juta (lama pembuatan sekitar 30 hari)
 
Info Lengkap - Klik Disini
WhatsApp 081391005464
 
 
 
 

Modul Bimbel Kurikulum Merdeka Download Gratis dalam bentuk PDF

Modul Bimbel Kurikulum Merdeka Download Gratis dalam bentuk PDF Tidak perlu basa-basi langsung klik aja link-link berikut, file ada di Googl...

Arsip Blog