Selasa, 12 Maret 2013

Inquiry 3, by Ahmad Hasan



Dalam model model Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan hasil yang diharapkan adalah:
1.      isi mata pelajaran;
2.      konten dalam suatu kerangka kerja konseptual yang lebih besar;
3.      keterampilan memproses informasi, dan,
4.      terpelihara kebiasaan berpikir.

            Sebuah kelas penyelidikan sangat berbeda dari kelas tradisional. Perbedaan ini menjadi semakin terlihat pada guru dan siswa yang menjadi lebih nyaman dan berpengalaman dengan metode Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan. Sulit untuk mencari guru yang sudah ahli dalam kelas penyelidikan, karena guru sudah terbiasa di kelas tradisional,  yang terbiasa duduk di belakang meja guru. Dalam kelas penyelidikan Siswa juga bergerak di sekitar ruang kelas saat mereka berinteraksi dengan orang lain dan menemukan bahan sebagai sumber informasi yang sesuai untuk tugas mereka.

Siswa Melakukan Metode Pembelajaran Persaingan Berbasis Penyelidikan
            Kelas Penyelidikan sebagian besar orang menganggap hanya untuk mata pelajaran Sains tetapi sebenarnya kelas penyelidikan dapat diterapkan untuk semua mata pelajaran. Daftar berikut menjelaskan sebagian dari apa yang terlihat seperti belajar di kelas penyelidikan dalam praktek di kelas yang sesungguhnya.

 Siswa melihat diri mereka sebagai pembelajar dalam proses belajar.
·         Mereka berharap dapat belajar.
·         Mereka menunjukkan keinginan untuk mempelajari lebih lanjut.
·         Mereka berusaha untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan guru dan rekan-rekan.
·         Mereka lebih percaya diri dalam belajar, menunjukkan kesediaan untuk mengubah ide-ide dan mengambil risiko yang telah diperhitungkan, dan menampilkan sikap skeptis yang tepat.
Siswa menerima permintaan guru "untuk belajar" dan bersedia terlibat dalam proses eksplorasi.
·         Mereka menunjukkan rasa ingin tahu dan merenungkan pengamatan.
·         Mereka bergerak, memilih dan menggunakan bahan-bahan yang mereka butuhkan.
·         Mereka berbicara dengan teman dan guru tentang observasi dan pertanyaan.
·         Mereka mencoba beberapa ide mereka sendiri

Siswa mengajukan pertanyaan, mengajukan penjelasan, dan observasi yang telah dilakukan.
·         Mereka mengajukan pertanyaan (secara verbal dan melalui tindakan).
·         Mereka menggunakan pertanyaan yang menuntun mereka ke kegiatan menghasilkan pertanyaan-pertanyaan menuju ke sebuah kesimpulan atau ide-ide.
·         Mereka mengamati secara kritis, karena bertentangan dengan santai melihat atau mendengarkan.
·         Mereka menilai dan menerapkan bahwa pertanyaan sebagai bagian penting dari belajar.
·         Mereka membuat koneksi ke ide-ide sebelumnya.

Siswa merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar.
·         Mereka mendesain cara-cara untuk mencoba ide-ide mereka sendiri dan tidak selalu mengharapkan untuk diberi tahu apa yang harus dilakukan.
·         Mereka merencanakan cara untuk memverifikasi, memperluas, konfirmasi, atau membuang ide.
·         Mereka melakukan kegiatan dengan: menggunakan bahan, mengamati, mengevaluasi, dan mencatat informasi.
·         Mereka memilah-milah informasi dan memutuskan apa yang penting.
·         Mereka melihat detail, mendeteksi urutan dan peristiwa, perubahan pemberitahuan, dan mendeteksi perbedaan dan persamaan.


Siswa berkomunikasi dengan menggunakan berbagai metode.
·         Mereka mengekspresikan ide dalam berbagai cara, termasuk jurnal, gambar, laporan, grafik, dan sebagainya.
·         Mereka mendengarkan, berbicara, dan menulis tentang kegiatan belajar dengan orang tua, guru, dan teman.
·         Mereka menggunakan bahasa belajar, menerapkan keterampilan memproses informasi, dan mengembangkan "sendiri aturan dasar mereka" untuk sebuah ilmu pengetahuan baru menurut mereka

Siswa kritis saat mereka belajar praktek.
·         Mereka menggunakan indikator untuk menilai pekerjaan mereka sendiri.
·         Mereka mengakui dan melaporkan kekuatan dan kelemahan.
·         Mereka merefleksikan belajar mereka dengan guru dan rekan-rekan mereka.

Siswa saling bersaing untuk menjadi yang terbaik
·         Mereka akan belajar dan berusaha untuk menjadi yang terbaik
·         Mereka tidak merasa lelah untuk mencoba dan terus mencoba sampai mereka mendapatkan kesimpulan akhir
·         Mereka akan bersaing sehat dengan saling tukar informasi yang saling menguntungkan


Peran Guru Dalam Kelas Penyelidikan :

Guru mencerminkan tujuan dan membuat rencana untuk penyelidikan belajar
·         Guru membuat sebuah cara agar setiap pelajar supaya tetap aktif terlibat dalam proses pembelajaran.
·         Guru memahami keterampilan yang diperlukan, pengetahuan, dan kebiasaan berpikir yang dibutuhkan untuk penyelidikan belajar.
·         Guru mengerti dan merencanakan cara untuk mendorong dan memungkinkan pelajar untuk bertanggungjawab dalam tugas belajar mereka.
·         Guru menjamin bahwa kelas difokuskan pada hasil yang relevan dan berlaku.
·         Guru mempersiapkan untuk pertanyaan tak terduga atau saran dari pelajar.
·         Guru menyiapkan lingkungan kelas dengan alat-alat belajar yang diperlukan, baik bahan dan sumber informasi untuk keterlibatan aktif dari pelajar.

Guru kelas sebagai fasilitator dalam belajar siswa.
·         Rencana Pembelajaran harian, mingguan, bulanan, dan tahunan fokus pada fasilitas pengaturan materi pembelajaran dalam kerangka konseptual. Mereka juga menekankan pengembangan ketrampilan dan model yang mendukung pengembangan kebiasaan berpikir.
·         Dia menerima pengajaran yang juga merupakan proses pembelajaran.
·         Dia mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mendorong pemikiran divergen yang mengarah ke pertanyaan lebih.
·         Dia menilai dan mendorong tanggapan ketika menyampaikan tanggapan ini terdapat kesalahpahaman, efektif untuk mengeksplorasi penyebab dan sumber panduan belajar tersebut dipakai.
·         Dia terus-menerus waspada terhadap hambatan belajar peserta didik dan bila diperlukan tambahan sumber belajar dapat digunakan.
·         Dia banyak bertanya pada jenis pertanyaan Mengapa? Bagaimana Anda tahu? dan Apa buktinya?.
·         Dia membuat penilaian siswa merupakan bagian yang berkelanjutan dari fasilitas proses pembelajaran.
Hal terpenting dalam metode pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan adalah siswa belajar bagaimana untuk terus belajar. Kemampuan untuk mempelajari adalah sesuatu yang mereka dapatkan, sehingga mereka dapat belajar diwaktu kapanpun, seperti saat membantu orang tua, saat tidak ada guru disampingnya dan saat mereka belajar sendirian.

Manfaat dari Pembelajaran Persaingan Berbasis Penyelidikan
            Hal penting dalam sekolah modern adalah sebuah proses yang disamakan dan disederhanakan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dari kelas rendah ke kelas atas, maksudnya adalah jika ada suatu pertanyaan dari kelas VII SMP padahal materi yang ditanyakan adalah materi kelas IX maka untuk kelas Modern pertanyaan tersebut tetap dijawab dengan suatu penyelidikan. Siswa sering mengalami kesulitan memahami bagaimana menghubungkan berbagai kegiatan dalam suatu mata pelajaran tertentu. Kebingungan siswa terjadi ketika siswa mencoba untuk saling menghubungkan berbagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.
Terlalu sedikit usaha yang dikhususkan untuk mendefinisikan hasil penting di akhir sekolah menengah dan perencanaan di seluruh mata pelajaran. Pertanyaan pembelajaran Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan dapat membantu membuat koneksi ini.
            Pada saat mempelajari fotosintesis misalnya. Peran foto sintesis memiliki lebih banyak relevansi jika ditetapkan dalam konteks yang lebih luas untuk memahami keterkaitan matahari, tanaman hijau, dan peran karbon dioksida dan air. Siswa masih bisa belajar sains dan ilmu-ilmu sosial, tetapi melalui serangkaian pengalaman yang terencana, mereka akan memahami konteks konseptual yang lebih besar dan mendapatkan pengertian yang lebih besar.
            Dalam kerangka kerja konseptual, penyelidikan dan keterlibatan peserta didik belajar aktif dapat menyebabkan hasil yang penting dalam kelas. Siswa yang secara aktif melakukan pengamatan, mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi, dan menarik kesimpulan dan dalam waktu yang sama siswa juga mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang bermanfaat. Keterampilan ini dapat diterapkan untuk masa depan siswa "yang perlu diketahui bahwa" situasi siswa saat mereka lulus akan menghadapi sistuasi yang berbeda baik di sekolah maupun di tempat kerja.
            Manfaat lain yang menawarkan pembelajaran kompetitif berbasis penyeledikan adalah pengembangan kebiasaan berpikir yang dapat berlangsung seumur hidup dan panduan belajar dan berpikir kreatif.

Perkembangan Pembelajaran Berbasis Pendidikan
            Pada tahun 1961, Komisi Kebijakan Pendidikan menerbitkan sebuah aturan untuk tujuan utama Pendidikan Amerika. Komisi menyarankan bahwa Kebutugan dan Pekermbangan siswa di bagi atas "kekuatan sepuluh rasional." Yaitu : mengingat dan membayangkan; klasifikasi dan generalisasi; membandingkan dan mengevaluasi, menganalisis dan mensintesakan dan menyimpulkan dan menyimpulkan.  Hal Ini juga merupakan beberapa dasar-dasar pembelajaran berbasis penyeldikan.
            Didorong oleh kekhawatiran bahwa Rusia mendapatkan keuntungan teknologi dan militer di Amerika Serikat pada tahun lima puluhan, pembentukan pendidikan menjadi sangat menarik dalam usaha membantu siswa menjadi pemecah masalah yang kreatif.
            Upaya-upaya serius diusahakan untuk menghidupkan pembelajaran "tradisional" menjadi pendekatan pendidikan sains agar fokus pada pengembangan kemampuan penalaran. Sayangnya, pendekatan ini tidak sepenuhnya berubah menjadi pendekatan yang benar-benar menarik siswa untuk belajar. Banyak kritik diberitakan bahwa siswa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk "main-main" dengan bahan dan terlalu sedikit waktu pada analisis.
            Masalah tersebut terjadi karena sebagian besar sifat sistem sekolah di mana program-program ini diperkenalkan. Kemudian, mereka hanya memfokuskan pada salah satu elemen dari sistem sekolah yaitu guru.
Meskipun program ini tidak membawa perubahan yang diantisipasi pada waktu di mana mereka diperkenalkan, mereka tidak menghasilkan dampak yang lain dan perubahan yang tak terduga. Mereka membawa perubahan yang berarti dalam cara-cara yang sains, matematika, dan ilmu-ilmu sosial, kemudian  untuk mengatasi hal tersebut buku dikembangkan. penerbit Buku teks mulai memberikan pertimbangan lebih bagaimana cara untuk secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
            Pengakuan peran dalam membaca dan menulis, bermain dalam belajar mulai mengubah sikap dan praktek di sekolah.  Perubahan sistemik adalah usaha terbaru dan yang paling penting yang memiliki potensi untuk penyelidikan dampak pembelajaran. Pada tahun 1984, sebuah konferensi di National Academy of Sciences menghadirkan para ilmuwan tersohor, pendidik, pemimpin bisnis, politisi, orangtua, dan lain-lain, dan di respon langsung terhadap laporan berjudul "Nation at Risk" yang rinci kegagalan sekolah Amerika. Konferensi ini menyebabkan apa yang menjadi upaya untuk mereformasi sistem pendidikan di Amerika Serikat untuk mencapai status "pertama di dunia pada akhir abad kedua puluh”. Banyak dari upaya ini memang diarahkan mendapatkan siswa terlibat dalam proses belajar dan memenuhi kebutuhan masyarakat modern dengan mengubah sistem pendidikan.
            Setidaknya ada dua faktor penting dalam upaya reformasi sistemik yang sulit untuk diterapkan dalam iklim saat ini. Salah satu faktor-faktor ini adalah bahwa upaya pendidikan difokuskan secara eksklusif pada pendidikan matematika dan sains. Dan sulit untuk mengubah sistem sekolah yang difokuskan hanya pada dua ilmu pengetahuan itu dalam kurikulum sekolah. Faktor kedua adalah banyak pendidik memiliki sedikit pengalaman dalam mengevaluasi elemen sistemik yang penting untuk menyelaraskan guru dengan siswa. Misalnya, ketika siswa tidak melakukan tes dengan baik pada seluruh negara bagian, biasanya kita bereaksi dengan upaya untuk "memperbaiki siswa" dengan menuntut siswa untuk berusaha lebih keras, bukan memperbaiki sistem. Tapi kurangnya motivasi siswa sering membuat masalah sistemik yang lebih besar.

Sebuah Model sistem putar
Hal penting  dalam sistem ini adalah mempersiapkan hasil dari pembelajaran, yang pada akhirnya akan berputar untuk mendukung hasil belajar siswa.
            Pertanyaan yang harus dijawab pada pembelajaran di sekolah saat ini adalah  bagaimana siswa dapat diintegrasikan dalam kelas, sistem sekolah secara bertahap, sebagai guru, kepala sekolah, orangtua, dan anggota masyarakat lainnya untuk menyadari pentingnya dalam mempersiapkan siswa menuju dunia modern.

Inquiry 2, by Ahmad hasan



Hasil Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan
Hasil penting dari Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan haruslah pengetahuan yang bermanfaat tentang manusia dan dirancang untuk menggali sumber daya alam. Bagaimana mereka berubah? Bagaimana mereka saling berhubungan? Dan bagaimana kita berkomunikasi, dalam, dan di dunia ini? Konsep-konsep yang luas berisi pengetahuan-pengetahuan penting dan pertanyaan-pertanyaan pada satu individu yang akan mereka hadapi sepanjang hidup mereka. Selain itu, konsep-konsep ini dapat membantu mengatur isi kurikulum sekolah untuk menyediakan relevansi dan kerangka kerja yang efektif. Pendidikan yang sesuai harus menyediakan individu dengan cara yang berbeda untuk melihat dunia, berkomunikasi tentang hal itu, dan berhasil menghadapi pertanyaan-pertanyaan dan masalah-masalah kehidupan sehari-hari.
Mempertanyakan dan mencari jawaban sangat penting dari bagian sebuah penyelidikan, sehingga efektif untuk menghasilkan pengetahuan dari pertanyaan dan pencarian, hal ini sangat dibantu oleh konteks konseptual untuk belajar. Sama seperti siswa tidak harus difokuskan hanya pada konten sebagai hasil akhir pembelajaran, baik mereka harus mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban tentang hal-hal kecil, yang dirancang dengan baik. pertanyaan dalam kegiatan belajar dan interaksi harus diatur dalam konteks konseptual sehingga membantu siswa mengumpulkan pengetahuan sebagai kemajuan mereka dari kelas ke kelas. Penyelidikan dalam pendidikan harus pada sekitar pemahaman yang lebih tentang dunia di mana mereka hidup, belajar, berkomunikasi, dan bekerja.
Secara umum, pendekatan tradisional dalam pembelajaran difokuskan pada penguasaan materi dengan penekanan lebih pada pengembangan keterampilan dan pembinaan dari sikap bertanya.  Sistem pendidikan saat ini berpusat pada guru, dengan guru memberikan informasi tentang "apa yang diketahui." Siswa adalah penerima informasi, dan guru adalah sumber ilmu. Sebagian besar penilaian peserta didik difokuskan pada pentingnya "satu jawaban yang benar." Pendidikan tradisional lebih peduli dengan persiapan untuk tingkat kelas berikutnya bila dibandingkan dengan membantu siswa belajar untuk dapat belajar sepanjang hidup. 
Dalam kelas tradisional cenderung sistemnya tertutup di mana informasi disaring melalui sebuah tahapan-tahapan kepada siswa. Secara umum, penggunaan sumber daya yang terbatas pada apa yang tersedia di dalam kelas atau di sekolah. Penggunaan teknologi baru difokuskan pada belajar tentang teknologi, bukan aplikasi untuk belajar membuat teknologi baru. Rencana Pembelajaran digunakan untuk mengatur berbagai langkah dalam proses belajar bagi seluruh pendekatan kelas. Hasilnya pertanyaan dari siswa yang cenderung menyebabkan penyimpangan dari Rencana Pembelajaran tersebut akan dijawab, "Hal itu akan di bahas setelah ini."
Pendekatan penyelidikan lebih difokuskan pada penggunaan dan isi pembelajaran sebagai sarana untuk mengembangkan informasi, pengolahan dan keterampilan pemecahan masalah. Sistem ini lebih terpusat pada siswa, dengan guru sebagai fasilitator pembelajaran. Hasil dari pembelajaran lebih menekankan pada "bagaimana cara kita untuk tahu" dan kurang pada "apa yang kita tahu." Siswa lebih terlibat dalam pembangunan pengetahuan melalui keterlibatan aktif. Para siswa lebih tertarik dan terlibat pada subjek atau proyek, semakin mudah bagi mereka untuk membangun pengetahuan baru yang mendalam tentang ilmu pengetahuan tertentu. Belajar menjadi mudah ketika pembelajaran itu menarik bagi siswa dan mencerminkan kepentingan dan tujuan. Dengan ditambah pembelajaran dengan bermain antara menang dan kalah dalam sebuah penelitian akan menghasilkan kelas yang hidup tanpa suatu paksaan dan suara-suara keras guru untuk tetap mengfokuskan siswa pada pembelajaran.
Penilaian difokuskan pada penentuan kemajuan pengembangan dan keterampilan di samping pada pemahaman materi pelajaran. Hasil belajar tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan di sekolah, tetapi juga berkaitan dengan persiapan untuk belajar seumur hidup, yang berguna saat mereka bekerja dan hidup dalam masyarakat.
Sistem Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan kelas terbuka dapat dilakukan sehingga siswa didorong untuk mencari dan memanfaatkan sumber daya di luar kelas dan sekolah. Guru yang menggunakan Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan dapat menggunakan teknologi untuk menghubungkan siswa secara tepat dengan masyarakat lokal dan dunia yang kaya sumber belajar dan bahan belajar. Para guru mengganti rencana pembelajaran dengan rencana pembelajaran yang difasilitasi perhitungan waktu lebih untuk penyimpangan sedikit sambil tetap memperhatikan hasil pembelajaran yang penting. Ketika ada pertanyaan dari siswa yang menyimpang dari Rencana Pembelajaran maka Guru akan menjawab,  "Bagaimana kalau kita menyelidiki hal itu?"
Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan ini tidak hanya dapat dilakukan di laboratorium atau kelompok kerja tetapi juga dapat dilakukan dalam ceramah yang memprovokasi siswa untuk berpikir dan bertanya. Guru sering memberikan fakta ketika mereka memberikan ceramah kepada siswa, jika siswa terlibat, maka siswa dapat menerapkan keterampilan mendengarkan dan mengamati - dengan menggunakan indera mereka. Jika guru lebih fokus pada "bagaimana cara kita untuk tahu" dengan menyajikan bukti dan informasi dan mendorong siswa bertanya, atau  bahkan bisa menjadi model penyelidikan kuat bagi siswa maka pembelajaran berbasis penyelidikan dapat berhasil dengan baik. Kolaboratif berarti penyelidikan dapat terjadi melalui wacana. Misalnya, ketika membahas struktur internal bumi, seorang guru akan sering memberikan informasi siswa tentang hanya nama dan ukuran dari lapisan-lapisan bumi, atau "apa yang kita tahu." Tapi yang benar-benar penting dan menarik bagi siswa adalah "bagaimana cara kita untuk tahu?" dari data-data itu didapatkan. Untuk meningkatkan Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan, guru harus menjelaskan bahwa bukti-bukti ilmiah tidak langsung, terutama proses transfer ilmu dan refleksi dari berbagai jenis gelombang gempa, memberikan banyak pemahaman kita tentang struktur internal bumi. Pendekatan ini akan memberikan kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya mempelajari nama dan ukuran dari struktur bumi tetapi yang lebih penting, untuk merenungkan dan mempertanyakan sifat bukti ilmiah tidak langsung yang menjadi dasar bagaimana data-data tersbut didapatkan. Jadi, suatu pendekatan Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan dapat membantu siswa menghubungkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah. Siswa belajar dapat menerapkan metode ini untuk berbagai bidang studi mereka dan untuk pembelajaran saat itu berlangsung untuk memahami materinya. Jadi dalam satu kali pembelajaran kita mendapatkan dua manfaat yaitu ukuran dan lapisan-lapisan bumi serta bagaimana kita bisa tahu ukuran dan lapisan bumi,  yang pengetahuan dari proses menghasilkan data tersebut dapat bermanfaat untuk kehidupan pada masa mendatang.
Mungkin cara yang baik untuk merangkum perbedaan penting antara pembelajaran tradisional dan Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan adalah: pembelajaran tradisional lebih berfokus pada BELAJAR TENTANG BENDA, sementara penyelidikan belajar lebih memfokuskan pada BELAJAR TENTANG HAL! Cara lain yang berguna untuk membandingkan dua mungkin: Berpikir APA yang bertentangan dengan pemikiran CARA.

Penerapan Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan di sekolah
Kebanyakan sekolah-sekolah fokus pada pengajaran seperangkat keterampilan dasar yang tidak melayani kebutuhan masyarakat modern. Secara tradisional, sekolah menekankan akumulasi informasi, dan tidak menekankan pengembangan ketrampilan atau menjadikan siswa terbiasa dengan penyelidikan. Pendekatan terhadap pendidikan hanya cukup ketika mempelajari bahwa Negera Amerika Serikat adalah sebagian besar masyarakat pedesaan, tergantung pada tenaga kerja tidak terampil. Masyarakat modern lebih cepat menyesuaikan diri terhadap jaringan global, berorientasi teknologi, dan membuahkan pekerja yang dapat memecahkan masalah dan berpikir kritis. Sekolah kita harus mengubah pendekatan pembelajaran untuk menghasilkan siswa yang dapat berkembang dalam dunia modern.
Fokus pendidikan tradisional tidak lagi sesuai. Dunia telah berubah, generasi muda harus menguasai cara-cara baru untuk bertindak dan berpikir. Masyarakat kita semakin lebih besar,lebih kompleks dan beragam. Kaum muda harus mengembangkan pemahaman untuk kompleksitas kehidupan modern dan dapat bergulat dengan isu-isu etis dan praktis yang baru. Kita harus mendidik generasi muda kita sehingga mereka dapat berpartisipasi sebagai anggota yang bertanggung jawab dalam masyarakat kontemporer. Mereka juga perlu diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang memenuhi identitas pribadi dalam pengaturan yang relatif bebas risiko.
Pembelajaran Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Hal ini menekankan pengembangan keterampilan dan memelihara pengembangan kebiasaan berpikir. Belajar rencana dan bahan pengajaran harus mencakup konteks yang relevan untuk informasi baru untuk pemahaman yang lebih luas. Hal ini sering sulit bagi siswa untuk memahami hubungan antara aktivitas dalam mata pelajaran tertentu. Kebingungan ini akan meningkat ketika siswa berjuang untuk memahami hubungan antara mata pelajaran yang berbeda di dalam sekolah-sekolah tradisional.
Banyak sekolah-sekolah tradisional tidak memiliki proses yang sama dan disederhanakan untuk menghubungkan materi subyek setiap mata pelajaran. Ada sedikit penekanan pada perencanaan di seluruh mata pelajaran. Dan tidak cukup upaya dihabiskan mendefinisikan tujuan utama pendidikan - keterampilan dan kemampuan siswa yang harus dimiliki saat mereka menyelesaikan sekolah menengah. Sedangka metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hubungan antara setiap mata pelajaran.
"Kebiasaan berpikir" harus menjadi tujuan penting, atau hasil, di bidang pendidikan. Kebiasaan ini dapat menghasilkan pandangan dunia yang menggabungkan ilmu pengetahuan yang berbeda, atau mata pelajaran. Setiap mata pelajaran dapat dianggap hanya sebagai “ dasar ilmu pengetahuan” untuk suatu ilmu pengetahuan tertentu dan  tidak terbatas pada verifikasi dan relevansi data dalam ilmu pengetahuan baru, tak kalah pentingnya keindahan dan keinginan dalam seni, dan peran kepercayaan dalam agama.
Kami tidak menyarankan bahwa kebiasaan berpikir harus diajarkan atau bahkan ditambahkan dalam kurikulum sekolah. Hal yang terbaik dilakukan adalah  melalui pemodelan yang sesuai dan pengalaman dari sebuah penyelidikan dari setiap mata pelajaran yang diajarkan disekolah. Kebiasaan berpikir Juga tidak disarankan sebagai satu pandangan yang benar dibandingkan dengan padangan-pandangan lain, melainkan ilmu pengetahuan yang berbeda yang dapat menawarkan sudut pandang yang berbeda dan penting. Namun, hal ini penting karena kebiasaan berpikir dapat dibiasakan dan dihargai pada ilmu pengetahuan tertentu yang sedang dipelajari. Kebiasaan berpikir diajarkan melalui pertanyaan dan refleksi. Pertanyaan seperti: Bagaimana Anda tahu? Bisakah kita menguji hal itu? Bagaimana Anda dapat mengambil keputusan itu?

Inquiry 1, by Ahmad Hasan



METODE PEMBELAJARAN PERSAINGAN BERBASIS PENELITIAN (INQUIRY COMPETITION)
            Sebuah pepatah lama mengatakan : "Katakan padaku dan aku lupa, tunjukkan padaku dan aku ingat, libatkan aku maka aku akan mengerti." Bagian terakhir dari pernyataan ini adalah inti dari pembelajaran berbasis penelitian. Pertanyaan-pertanyaan dapat kita artikan sebagai indikasi keterlibatan yang mengarah pada pemahaman. Selanjutnya, keterlibatan dalam belajar berarti memiliki keterampilan dan sikap siswa yang memungkinkan siswa bergerak untuk mencari solusi untuk pertanyaan-pertanyaannya sendiri saat seorang siswa mencari pengetahuan baru.
"Pertanyaan" dapat didefinisikan sebagai "mencari kebenaran sebuah informasi atau pengetahuan dengan cara dengan cara mempertanyakan kepada orang lain." Seseorang akan melakukan proses penyelidikan dari saat mereka lahir sampai mereka mati. Bayi mulai memahami dunia dengan bertanya. Sejak kelahiran, bayi mengamati wajah-wajah yang datang mendekat, mereka menangkap objek, mereka menempatkan sesuatu di mulut mereka, dan mereka berbalik ke arah suara. Proses bertanya dimulai dengan pengumpulan informasi dan data melalui penerapan indra manusia yaitu melihat, mendengar, menyentuh, mencicipi, dan mencium.
Sayangnya, sistem pendidikan tradisional kita telah bekerja dengan cara yang menghambat proses penyelidikan alam. Siswa menjadi kurang kritis untuk mengajukan pertanyaan ketika mereka berada di kelas. Di sekolah-sekolah tradisional, siswa belajar untuk tidak bertanya, tetapi lebih ditekankan untuk mendengarkan dan mengulangi jawaban yang diharapkan oleh guru. keefektifan pembelajaran di kelas lebih dari sekedar hanya mengajukan pertanyaan. Suatu proses kompleks yang terlibat ketika individu mencoba untuk mengkonversi data ke dalam sebuah informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. aplikasi yang berguna dalam Pembelajaran berbasis penyelidikan melibatkan beberapa faktor: konteks untuk pertanyaan, sebuah kerangka kerja untuk pertanyaan, fokus untuk pertanyaan, dan berbagai tingkat pertanyaan. Penyelidikan yang dirancang dengan baik akan menghasilkan pembentukan pengetahuan yang dapat diterapkan secara luas.

Pentingnya Pembelajaran berbasis penyelidikan
Menghafal fakta-fakta dan informasi bukan keterampilan yang paling penting di dunia sekarang ini. Fakta sejarah, dan informasi sudah tersedia dalam buku ataupun software-software komputer, tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah pemahaman tentang bagaimana untuk mendapatkan dan memahami data tersebut.
Pendidik harus mengerti bahwa kompetensi yang diajarkan kepada siswa sekarang ini harus berguna untuk siswa setelah siswa terjun dalam dunia kerja. Jadi sekolah perlu mengumpulkan data dan informasi kompetensi apa yang bergerak ke arah kompetensi yang berlaku dan pengetahuan yang bermanfaat pada generasi yang akan datang.


Proses pembelajaran yang didukung oleh penelitian.
Di masa lalu, suatu negara berhasil karena mempunyai sumber daya alam yang banyak. Namun sekarang ini, suatu negara berhasil bergantung pada tenaga kerja yang terampil dengan cara "bekerja lebih cerdas."
Melalui proses penyelidikan, guru tidak hanya memberikan pemahaman mereka kepada siswa dan dirancang untuk hidup di dunia alami (menggali sumber daya alam), tetapi fakta menunjukkan permintaan tenaga kerja di lapangan tidak begitu banyak mencari jawaban yang benar - karena sering tidak ada - tetapi lebih menekankan bagaimana mencari solusi yang tepat untuk pertanyaan dalam suatu permasalahan. Sebagai pendidik, Guru seharusnya memberikan kemampuan menyelidiki dan mencari solusi dari sebuah pertanyaan yang belum terjawab dari pada menekankan pada hal-hal yang bersifat data dan sejarah yang sifatnya dapat digali dari sumber data. Sehingga siswa yang telah menempuh pendidikan sudah mengerti dan tahu bagaimana menggali data dan mengaplikasikannya untuk memperoleh jawaban dari suatu pertanyaan atau masalah. Pemikiran akan mencari suatu jawaban dari suatu masalah atau pertanyaan akan memungkinkan individu untuk melanjutkan pencarian pengetahuan sepanjang hidup dengan atau tanpa panduan dari seorang instruktur atau guru.
Materi atau Kompetensi dalam Pelajaran sangat penting, tetapi bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan suatu pembelajaran, bukan sebagai tujuan itu sendiri. Dasar pengetahuan untuk ilmu pengetahuan terus berkembang dan berubah. Tidak ada yang bisa mempelajari segala sesuatu, tapi semua orang dapat lebih mengembangkan kemampuan mereka dan menumbuhkan sikap bertanya yang diperlukan untuk melanjutkan generasi dan pemeriksaan pengetahuan sepanjang hidup mereka. Untuk pendidikan modern, keterampilan dan kemampuan untuk terus belajar harus menjadi hasil yang paling penting.
Manusia sebagai individu dalam masyarakat terus-menerus menghasilkan dan mengirimkan pengetahuan baru. Para ahli, bekerja secara terus menerus, terus menambah pengetahuan baru. Hal ini sangat penting karena pengetahuan akan dikirimkan ke semua anggota masyarakat. Pengiriman ilmu pengetahuan  berlangsung melalui struktur seperti sekolah, keluarga, dan program pelatihan.
Para ahli memiliki pengetahuan yang mendalam pada bidang mereka, terstruktur dan sangat berguna. Para ahli pengetahuan tidak hanya satu set fakta, tetapi itu disusun untuk dapat diakses, dipindahtangankan, dan berlaku untuk berbagai situasi. Para ahli dengan mudah dapat mengambil pengetahuan mereka dan belajar informasi baru di bidang mereka dengan sedikit usaha.
Kami berkeinginan kepada para pakar pembelajaran, Pembelajaran di sekolah digunakan untuk menghasilkan pengetahuan baru yang mirip dengan pelatihan para ahli sehingga mengasilkan transmisi pengetahuan yang efektif dalam lingkungan belajar dan menghasilkan siswa yang ahli dalam mengefektifkan belajar, meniliti dan menghasilkan solusi.
Pertanyaan penting untuk generasi muda dan sekolah sebagai tranmisi pengetahuan. Hal Ini juga penting untuk pendidikan, karena ilmu pengetahuan baru terus mengalami peningkatan. Mengapa mencoba mengirimkan "apa yang kita tahu," bahkan jika mungkin, “tidak produktif untuk masa menndatang" Inilah sebabnya mengapa sekolah harus berubah dari fokus pada "apa yang kita tahu" tetapi menekankan pada "bagaimana cara kita bisa tahu."
Pendidikan yang efektif memberikan individu yang sangat berbeda tetapi saling terkait dengan pandangan dunia. Semua ilmu pengetahuan memiliki hubungan penting yang memberikan kerangka alami dan efektif bagi organisasi dari kurikulum sekolah.

Penerapan Pembelajaran persaingan berbasis penyelidikan
Berrpikir dan penelitian banyak digunakan untuk penyelidikan di bidang pendidikan sains, tetapi juga Pembelajaran berbasis penyelidikan dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. seseorang membutuhkan banyak sudut pandang untuk melihat dunia. Pandangan semacam itu dapat mencakup artistik, ilmiah, historis, ekonomi, dan sudut pandang lain. Sementara ilmu pengetahuan harus saling berhubungan, belajar penyelidikan meliputi aplikasi tertentu khusus "dasar ilmu pengetahuan" yang menjamin integritas dari berbagai disiplin ilmu dan pandangan dunia mereka.
Penerapan Pembelajaran berbasis penyelidikan dapat kita gabungkan dengan metode pembelajaran kompetitif sehingga keefektifan belajar dapat ditingkatkan. Dalam penerapan Pembelajaran berbasis penyelidikan di kelas yang sesungguhnya kita akan terbentuk banyak masalah pada terbatasnya fasilitas dan daya minat siswa yang minim. Dengan menambah metode pembelajaran kompetitif pada Pembelajaran berbasis penyelidikan diduga metode pembelajaran berbasis penyelidikan akan berjalan dengan baik.  

Minggu, 24 Februari 2013

Bimbel sebagai bisnis sampingan.


Bimbel sebagai bisnis sampingan.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membuat sebuah bisnis lain selain bisnis utama kita. Dari membuat sebuah toko kelomtong sampai membuat sebuah home industri yang penjualanya sampai ke manca negera.

Semua bisnis mempunyai tingkat kesulitan dan masalah yang berbeda-beda. Dalam artikel ini kita hanya akan membahas keuntungan bisnis sampingan untuk sebuah bimbingan belajar.

Untuk mendirikan sebuah bimbingan belajar kita hanya memerlukan satu atau dua buah ruangan kosong di rumah kita. Garasi, ruang tamu, ruang tidur atau bahkan teras dapat dijadikan sebagai kelas bimbingan, dengan standar kelayakan disesuaikan oleh Anda sendiri.

Lokasi rumah Anda juga menentukan perkembangan bimbel nantinya, karena lokasi yang bagus sangat menentukan keberhasilan dalam mencari konsumen. Faktor-faktor penentuan lokasi bimbel yang dapat kita jadikan pedoman antara lain :
Jumlah Penduduk Radius 3 km lebih dari 1000 KK.
Akses jalan masuk ke bimbel mudah dan minimal dapat dilalui 2 mobil.
Lingkungan yang mendukung seperti keamanan, dan lain-lain.

Hal yang paling menarik dalam bimbingan belajar adalah penghasilan pengelolanya. Dengan hanya memiliki 2 ruang bimbingan, Bimbel dapat menampung sekitar 10 kelompok dengan asumsi 5 siswa per kelompok. Artinya 2 ruang dapat menampung 50 siswa.

Dari pengalaman Kami penghasilan bersih bimbel rata-rata untuk 50 siswa sekitar 2 juta s.d. 3 juta-an. (Dengan sistem Bimbel Aqila Course). Pembayaran administrasi siswa juga tidak terlalu mahal yaitu sekitar 75 ribu per bulan untuk paket kelompok.

Menurut masyarakat Bimbel diibaratkan seperti rumah sakit, perusahaan air minum, Sekolah atau klik bersalin. Sebagaian besar masyarakat juga masih merasa bahwa pendidikan itu gratis dan tidak penting. Sehingga dalam menetapkan harga bimbel kita harus seminim mungkin.

Sistem bimbel Aqila course yang kami kelola tidak mengedepankan profit atau laba yang besar. Tim kita sebagian besar merupakan seorang pendidik walaupun tidak 100 % semua ber profesi sebagai guru, bahkan hanya sekitar 20 % yang menjadi guru di Sekolah. Sistem bimbel aqila course ini ditawarkan bagi Anda yang suka dengan Pendidikan, anak kecil dan kerja keras.

Sistem bimbel aqila course walaupun tidak profit oriented tetapi kita juga tetap membuat sistem ini dapat berjalan, atau dengan kata lain menghasilkan laba. Karena semua bisnis yang tidak menghasilkan laba akan mati karena laba dibaratkan bensin untuk motor.

Untuk mendapatkan sistem bimbingan belajar Aqila Course ini dapat mengunjungi website kami di http://aqilacourse.com/ atau telpon ke 085640451319

Kamis, 21 Februari 2013

Menciptakan Konflik Positif Sekolah


Download Modul untuk Bimbel SD dan SMP
  1. Kelas 4 Matematika IPS
  2. Kelas 4 IPA PKn Indo
  3.  SMP Kelas 8 Sem 2; 82 mb
  4. Modul Skill Count Jilid 5; 20 mb
  5. Modul SD Aqila Course Kelas 4 Sem 2; 33 mb
  6. Modul Science Skill 3; 9,2 mb
  7. Cara mencetak Modul Aqila Course
  8. Modul New Aqila Course IPA kelas 4
  9. Paket Soal IPA Kelas 4
  10. English Skill 4, 20 mb
  11. Cara Mencetak Modul Aqila Course SE
  12. Surat Pernyaaan dan Cara Pemesanan 
 

Menciptakan Konflik Positif Sekolah

Sekolah harus menjadi tempat yang positif di mana konflik-konflik destruktif akan dicegah dan di mana konflik konstruktif yang terstruktur, didorong, dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan kehidupan. Untuk melakukannya, siswa harus mengetahui prosedur dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengelola konflik interpersonal yang konstruktif. Langkah-langkah untuk menciptakan konflik sekolah positif meliputi (a) menciptakan konteks kooperatif, (b) menggunakan kontroversi akademis dalam instruksi kelas, dan (c) menerapkan hasil dari sebuah konflik / program mediasi rekan.

Langkah pertama dalam mengelola konflik secara konstruktif adalah untuk membentuk konteks kerjasama. Semakin kooperatif hubungan antara siswa, lebih konstruktif konflik akan dikelola.
Selain berdampak positif pencapaian / produktivitas, hubungan, dan kesehatan psikologis, pembelajaran kooperatif mempromosikan perspektif waktu jangka panjang dan meningkatkan pembelajaran keterampilan sosial. Hasil dari sebuah konflik secara konstruktif dalam kelas dan sekolah menuntut siswa dan staf untuk mengenali bahwa hubungan jangka panjang mereka lebih penting daripada konflik jangka pendek. Untuk kepentingan jangka panjang mereka harus saling mengakui dan dihargai, individu harus memahami dan saling bergantung satu dengan yang lain, mereka diinvestasikan di masing-masing urusan dalam kehidupan di masa depan. Usaha kooperatif memerlukan individu untuk sebuah tindakan berinteraksi dan berkoordinasi, keterampilan sosial menjadi bagian yang integral untuk  membuatnya berhasil. Keterampilan sosial memainkan peran penting dalam penyelesaian konflik secara konstruktif.
Langkah kedua dalam mengelola konflik secara konstruktif adalah dengan menggunakan kontroversi akademik di dalam kelas. Kontroversi yang melibatkan isu-isu intelektual (seperti bagaimana untuk mengembangkan energi nuklir sebagai sumber listrik) dengan mengajukan konflik konseptual.
Untuk memaksimalkan prestasi siswa sehingga siswa berpikir kritis, dan menggunakan strategi penalaran siswa yang kompleks, guru perlu terlibat dalam konflik kelompok intelektual dengan memiliki anggota mempersiapkan posisi intelektual, sekarang mereka mengkritik menentang, melihat masalah ini dari berbagai perspektif , dan mensintesis berbagai posisi dalam satu posisi.
Sering menggunakan kontroversi akademik sebagai strategi instruksional memungkinkan siswa untuk berlatih keterampilan dalam memanajemen konflik mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah ketiga dalam mengelola konflik secara konstruktif adalah dengan melaksanakan resolusi konflik / program mediasi rekan. Ada dua pendekatan untuk membangun program mediasi rekan. Pendekatan kader bertujuan untuk melatih sejumlah kecil siswa sebagai mediator rekan untuk sekelasnya. Pendekatan total, sebaliknya, bertujuan untuk melatih setiap siswa di sekolah tersebut untuk mengelola konflik secara konstruktif. Pelatihan siswa sebagai pembawa damai adalah program total siswa sebagai badan mediasi rekan yang didasarkan pada asumsi bahwa ketika (a) semua siswa di sekolah dilatih untuk menegosiasikan kesepakatan integratif konflik mereka dan bagaimana untuk menengahi "konflik dalam sekolah”, (b) semua siswa memiliki keterampilan untuk menggunakan prosedur secara efektif, (c) norma-norma, nilai, dan budaya sekolah mempromosikan dan mendukung penggunaan prosedur, (d) Mediator yang tersedia untuk mendukung dan meningkatkan upaya siswa untuk bernegosiasi, dan (e ) tanggung jawab untuk mediasi rekan diputar di seluruh siswa sehingga setiap siswa mengalami keuntungan sebagai dan mengharapkan untuk menjadi mediator. Tanpa pelatihan, banyak siswa tidak dapat belajar bagaimana mengelola konflik secara konstruktif sehingga Pelatihan melibatkan semua siswa.

a.       Mengajar Siswa Untuk bernegosiasi dalam Menyelesaikan Masalah: Negosiasi terjadi ketika orang-orang yang memiliki kepentingan bersama dan menentang dan ingin untuk datang ke suatu perjanjian mencoba untuk bekerja di luar kelompoknya. Seseorang mungkin bernegosiasi untuk menang atau untuk saling berbagi masalah. Langkah-langkah dalam memecahkan masalah dengan negosiasi adalah untuk kedua pihak yang bersengketa untuk (a) menyatakan keinginan, (b) menggambarkan perasaan, (c) memberi alasan keinginan dan perasaan, (d) reverse perspektif (memberitahu orang lain keinginan, perasaan, dan alasan), ( e) menemukan solusi bersama yang mungkin untuk memaksimalkan hasil bersama, dan (f) mencapai kesepakatan dan berjabat tangan sebagai salah satu solusi.

b.      Mengajar Siswa Untuk Mediasi Konflik dalam kelas: Siswa harus diajarkan bagaimana untuk menengahi konflik ketika sekolahnya tidak dapat bernegosiasi konstruktif dan menemukan solusi dengan sendirinya. Mediasi terjadi ketika ada orang ketiga netral memfasilitasi resolusi konflik yang konstruktif antara dua orang atau lebih (ini disebut mediator) sehingga konflik berakhir permusuhan antara pihak yang bersengketa, (b) memastikan komitmen mereka untuk proses mediasi, (c) memfasilitasi pemecahan masalah negosiasi antara mereka, dan (c) meresmikan perjanjian bahwa mereka mencapai dengan melengkapi Formulir Laporan Mediasi.

c.       Pelaksanaan Program Mediasi rekan: Setiap hari, pasanglah siswa yang dipilih untuk melayani sebagai mediator kelas atau mediator. Tanggung jawab sebagai mediator tersebut digilir sehingga semua siswa berfungsi sebagai mediator dalam jumlah yang sama waktu.

d.      Perluasan pelatihan siswa sebagai mediator "Negosiasi Dan Mediasi Keterampilan: Setiap minggu dan setiap tahun pelajaran diberikan pelatihan tentang cara menggunakan negosiasi dan prosedur mediasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan siswa. Siswa perlu belajar ratusan kali untuk overlearning, membuat prosedur otomatis dengan membiasakan pola-pola yang digunakan saat siswa dan terjadi konflik serius.

e.       Menengahi Konflik Murid: Ketika siswa tidak mampu menegosiasikan kesepakatan dan mediasi telah gagal, seorang guru mungkin harus menengahi konflik. Arbitrase adalah penyerahan sengketa kepada pihak ketiga yang membuat keputusan final sebagai bagaimana konflik tersebut akan dapat diselesaikan. Arbiter dengan hati-hati mendengarkan kedua belah pihak dan membuat keputusan. Tugas pokok guru memutuskan siapa yang benar dan yang salah yang dapat memuaskan siapa pun, walaupun meninggalkan sedikitnya satu siswa dengan kebencian dan kemarahan terhadap arbiter. Lebih penting lagi, hal itu memperkuat kesan dan keyakinan siswa bahwa mereka tidak mampu bekerja untuk menyelesaikan sengketa di masa depan oleh diri mereka sendiri. Untuk alasan ini, arbitrase adalah pilihan terakhir untuk menyelesaikan konflik di dalam kelas dan sekolah.

tantangan dari lembaga pendidikan



Kebanyakan orang - orang lulus dari sekolah tinggi dan dari perguruan tinggi dan mereka yang tidak akan lulus - pada akhirnya akan memasuki dunia kerja. Bahkan untuk jumlah kecil yang tidak memasuki dunia kerja, semua harus menyelesaikan masalah yang semakin kompleks yang pernah sepanjang hidup. Dunia bisnis cepat menyadari bahwa untuk menjadi sukses dalam masyarakat modern sangat penting untuk bekerja lebih pintar. Atribut, dijelaskan sebelumnya, yang penting untuk belajar sepanjang hidup harus menjadi penekanan dalam pendidikan.
Survei dari komunitas bisnis tentang keterampilan tenaga kerja mengungkapkan temuan yang menarik. keterampilan Tenaga Kerja tidak keterampilan kerja spesifik tetapi lebih luas pemahaman lebih yang menyediakan salah satu kemampuan untuk cepat beradaptasi terhadap tuntutan pekerjaan-keterampilan baru. Beberapa contoh keterampilan yang penting bagi tenaga kerja modern adalah:
  • Pekerjaan yang memerlukan satu untuk meneliti kemungkinan penyebab masalah.
  • Pekerjaan yang memerlukan satu untuk mengisolasi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan masalah.
  • Pekerjaan yang memerlukan satu untuk tiba pada resolusi masalah dengan brainstorming dengan orang lain.
  • Pekerjaan yang memerlukan satu untuk mencari informasi yang tersimpan dalam file komputer dengan menggunakan data penelitian keterampilan elektronik.
  • Pekerjaan yang memerlukan satu untuk menulis dengan jelas untuk menyampaikan informasi yang rumit untuk orang lain untuk menggambarkan situasi atau kejadian dan membuat rekomendasi.
  • Pekerjaan yang memerlukan satu untuk menafsirkan korelasi dengan membandingkan dua set data.
Anda akan melihat ada sedikit stres sangat pada mengetahui jenis informasi yang spesifik konten. kelalaian ini mungkin dipengaruhi oleh kenyataan bahwa pengetahuan konten yang berubah sangat cepat, dan pengetahuan sedikit konten dipertahankan jika tidak terus digunakan. Namun, kompetensi keahlian tenaga kerja berurusan dengan atribut yang memungkinkan seseorang untuk terus belajar.

INQUIRY COMPETITION



METODE PEMBELAJARAN PERSAINGAN BERBASIS PENELITIAN 
(INQUIRY COMPETITION)
            Sebuah pepatah lama mengatakan : "Katakan padaku dan aku lupa, tunjukkan padaku dan aku ingat, libatkan aku maka aku akan mengerti." Bagian terakhir dari pernyataan ini adalah inti dari pembelajaran berbasis penelitian. Pertanyaan-pertanyaan sebagai indikasi keterlibatan yang mengarah pada pemahaman. Selanjutnya, keterlibatan dalam belajar berarti memiliki keterampilan dan sikap yang memungkinkan siswa untuk mencari solusi untuk pertanyaan-pertanyaan saat siswa membangun pengetahuan baru.
"Pertanyaan" didefinisikan sebagai "mencari kebenaran, informasi, atau pengetahuan,  mencari informasi dengan mempertanyakan." Individu melakukan proses penyelidikan dari saat mereka lahir sampai mereka mati. Bayi mulai memahami dunia dengan bertanya. Dari kelahiran, bayi mengamati wajah-wajah yang datang mendekat, mereka menangkap objek, mereka menempatkan sesuatu di mulut mereka, dan mereka berbalik ke arah suara. Proses bertanya dimulai dengan pengumpulan informasi dan data melalui penerapan indra manusia yaitu melihat, mendengar, menyentuh, mencicipi, dan mencium.

Sebuah Permintaan
Sayangnya, sistem pendidikan tradisional kita telah bekerja dengan cara yang menghambat proses penyelidikan alam. Siswa menjadi kurang kritis untuk mengajukan pertanyaan ketika mereka berada di kelas. Di sekolah-sekolah tradisional, siswa belajar untuk tidak bertanya, tetapi lebih ditekankan untuk mendengarkan dan mengulangi jawaban yang diharapkan oleh guru. keefektifan pembelajaran di kelas lebih dari sekedar hanya mengajukan pertanyaan. Suatu proses kompleks yang terlibat ketika individu mencoba untuk mengkonversi data ke dalam informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. aplikasi yang berguna penyelidikan pembelajaran melibatkan beberapa faktor: konteks untuk pertanyaan, sebuah kerangka kerja untuk pertanyaan, fokus untuk pertanyaan, dan berbagai tingkat pertanyaan. Penyelidikan yang dirancang dengan baik belajar menghasilkan pembentukan pengetahuan yang dapat diterapkan secara luas.

Pentingnya Inquiry
Menghafal fakta-fakta dan informasi bukan keterampilan yang paling penting di dunia sekarang ini. Fakta sejarah, dan informasi sudah tersedia dalam buku ataupun software-software komputer, tetapi yang dibutuhkan saat ini adalah pemahaman tentang bagaimana untuk mendapatkan dan memahami data tersebut.
Pendidik harus mengerti bahwa kompetensi yang diajarkan kepada siswa sekarang ini harus berguna untuk siswa setelah siswa terjun dalam dunia kerja. Jadi sekolah perlu mengumpulkan data dan informasi kompetensi apa yang bergerak ke arah kompetensi yang berlaku dan pengetahuan yang bermanfaat pada generasi yang akan datang.

Proses pembelajaran yang didukung oleh penelitian.
Di masa lalu, suatu negara berhasil karena mempunyai sumber daya alam yang banyak, sekarang ini, suatu negara berhasil bergantung pada tenaga kerja yang terampil dengan cara "bekerja lebih cerdas."
Melalui proses penyelidikan, banyak guru memberikan pemahaman mereka kepada siswa dan dirancang untuk hidup di dunia alami (menggali sumber daya alam), tetapi fakta menunjukkan permintaan tidak begitu banyak mencari jawaban yang benar - karena sering tidak ada - tetapi lebih menekankan bagaimana mencari solusi yang tepat untuk pertanyaan dan masalah. Sebagai pendidik, Guru seharusnya memberikan kemampuan menyelidiki dan mencari solusi dari sebuah pertanyaan yang belum terjawab dari pada menekankan pada hal-hal yang bersifat data dan sejarah yang sifatnya dapat digali dari sumber data. Sehingga siswa yang telah menempuh pendidikan sudah mengerti dan tahu bagaimana menggali data dan mengaplikasikannya untuk memperoleh jawaban dari suatu pertanyaan atau masalah. Pemikiran akan mencari suatu jawaban dari suatu masalah atau pertanyaan akan memungkinkan individu untuk melanjutkan pencarian pengetahuan sepanjang hidup dengan atau tanpa panduan dari seorang instruktur atau guru.
Materi atau Kompetensi dalam Pelajaran sangat penting, tetapi bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bukan sebagai tujuan itu sendiri. Dasar pengetahuan untuk disiplin ilmu terus berkembang dan berubah. Tidak ada yang bisa mempelajari segala sesuatu, tapi semua orang dapat lebih mengembangkan kemampuan mereka dan menumbuhkan sikap bertanya yang diperlukan untuk melanjutkan generasi dan pemeriksaan pengetahuan sepanjang hidup mereka. Untuk pendidikan modern, keterampilan dan kemampuan untuk terus belajar harus menjadi hasil yang paling penting.
Manusia sebagai individu dalam masyarakat terus-menerus menghasilkan dan mengirimkan pengetahuan baru. Para ahli, bekerja secara terus menerus, terus menambah pengetahuan baru. Hal ini sangat penting karena pengetahuan akan dikirimkan ke semua anggota masyarakat. Pengiriman ilmu pengetahuan  berlangsung melalui struktur seperti sekolah, keluarga, dan program pelatihan.

 

 

 

 

 

 

 Bimbel Aqila Magelang

Bimbel Aqila Magelang

Offline di Magelang
Online di Indonesia

Tanjunganom Banjarnegoro Mertoyudan Magelang
WhatsApp 085640451319
Daftar Video dan Modul Belajar Lainnya bisa di download di Aplikasi Klik Disini
Daftar Harga Les di Bimbel Aqila Magelang
 

Bimbel SD 8 Sesi


  • Privat di Bimbel - Rp 240K
  • Privat di Rumah - Rp 280K
  • Private Online - Rp 280K
  • Kelompok di Bimbel - Rp 100K 

 

Bimbel SMP 8 sesi


  • Privat di Bimbel - Rp 280K
  • Privat di Rumah - Rp 320K
  • Privat Online - Rp 280K
  • Kelompok di Bimbel - Rp 115K 

 

Bimbel SMA 8 Sesi


  • Privat di Bimbel - Rp 400K
  • Privat di Rumah - Rp 400K
  • Privat Online - Rp 400K
 
SBMPTN - UTBK - Saintek - 17 Sesi
Privat di Bimbel / Online - Rp 1.360K


SBMPTN - UTBK - Soshum - 12 Sesi
Privat di Bimbel / Online - Rp 1.200K

Privat Mengaji
  • di Bimbel Rp 20K/45 menit
  • di Rumah Rp 35K/45 menit
 
Pendaftaran - Rp 50K
WhatsApp 085640451319

 

 
 
 

Aplikasi Absen Bimbel

Aplikasi Android Absensi sederhana untuk Les di Bimbel maupun Privat di rumah dilengkapi Notifikasi dalam bentuk WhatsApp ke Ortu.
Absen dilakukan oleh Tutor dengan memilih Siswa, lalu bisa ditambahkan keterangan baik Nilai Proses, Materi atau repot apa yang terjadi selama les.
 
Fungsi
  • Rekap Bulanan Absen per Tutor bisa digunakan sebagai acuan penggajian
  • Rekap Absen per Siswa bisa digunakan sebagai acuan pembayaran
  • Rekap Absen Harian
  • Notifikasi dalam bentuk WhatsApp ke Ortu dan Siswa lengkap dengan Keterangan seperti Nilai Proses atau Materi yang di input oleh tutor saat Absen.
  • Eksport data Absen per Siswa atau Tutor dalam bentuk Text lebih mudah tanpa harus buka di excel.
Digunakan untuk
  • Bimbel yang membutuhkan Rekapitulasi Absen untuk melengkapi kegiatan Les.
  • Bimbel yang belum memiliki Komputer dan Wifi karena semua kegiatan cukup dilakukan dengan HP.
Kelemahan
  • Hanya tersedia di HP Android
  • Belum bisa Import data secara langsung, Untuk itu Kami bisa bantu Import apabila lebih dari 30 siswa. Gratis untuk sekali Import yaa.., Selanjutnya ada Biaya 50 ribu per sekali Import. Syarat! sudah dalam bentuk excel file kirimkan melalui WhatsApp.
 
Contoh Aplikasi Download dan Install 
 
Mencoba Login jadi Admin
  • Nomor HP Bimbel 012345678910
  • Nomor HP 012345678910
  • Password 12345
 
Login Jadi Tutor
Untuk mencoba menjadi Tutor silahkan input data Tutor dengan Data diri Anda Sendiri dan silahkan login dengan HP lain.
Untuk mencoba jadi siswa silahkan input data siswa dengan Nomor HP lain (Siswa Tidak perlu Install).
 
Video Penjelasan Klik Disini
 

Ada 2 Paket Pembelian yang bisa dipilih

 
Paket Ekonomis, 
 
  • Rp 100 ribu 
  • Sudah termasuk Kuota 3000 Notifikasi WA
  • Selanjutnya Rp 20 per Notifikasi WA
  • memakai Aplikasi yang sudah ada.
 
Aplikasi Server WhatsApp Mandiri,
 
  • Harga 3 jt
  • Sudah termasuk Kuota 20.000 Notifikasi WA
  • Sudah termasuk HP untuk Server (Harga HP sekitar 1,3 jt an)
  • Selanjutnya Rp 10 per Notifikasi WA untuk biaya database.
  • Dengan adanya server WhatsApp sendiri, Chat WA Masuk bisa terpantau di Komputer.
  • lama pembuatan 15 s.d. 30 hari.
  • Syarat menyediakan HP Android os.7.+ yang akan hidup 24 jam online di lokasi Anda sendiri yang bertugas menerima data dan mengirim dalam bentuk WhatsApp.
  • Video Penjelasan Server WA Klik Disini
 
Asumsi Biaya Notifikasi
  • Untuk Bimbel 50 siswa biaya Notif WA Bulanan sekitar Rp 12 ribuan. 
 
WhatsApp 081391005464
 
 
 
  

Aplikasi Bimbel

 
Fungsi Utama
  • Database Siswa dan Tutor.
  • Pencatatan Kehadiran, Pembayaran, Jadwal dan Nilai.
  • Admin buka dalam bentuk Website, Untuk Siswa dan Tutor buka di Aplikasi Android.
  • Pencarian Cepat Status Siswa (Menunggak Bayar dan Hadir Terakhir Kapan).
  • Absen Siswa dilakukan di HP Tutor (Login), dan akan dikirimkan Notif ke Ortu bahwa siswa telah hadir, begitu pula dengan Pembayaran dan Nilai.
  • Broadcast Info seperti Jadwal, Tidak masuk Les dll.
 
Ada 2 Paket yg bisa dipilih 
  • Aplikasi Go Bimbel - Harga Rp 300 ribu
  • Aplikasi Android dengan Nama Bimbel Sendiri - Harga 1,3 juta - lama pembuatan 15 harian
 
Contoh Aplikasi Bimbel untuk Simulasi
Admin, Ketik contohadmin.aqilacourse.net dengan Google Chrome di Laptop
Nomor HP  1   Password 1
 
Siswa dan Tutor. buka di Aplikasi Androidnya Download dan Install
 
Biaya Berjalan
  • Biaya Tahunan Rp 100 ribu
  • Biaya Info Rp 20/kirim (Optional)
Video Penjelasan Penggunaan Klik Disini
 
Setelah Pembayaran
Anda akan mendapat Akun ke gobimbel.net dan  Aplikasi Android Go Bimbel
 
WhatsApp 081391005464
 
 
 
 

Aplikasi Admin Rental Mobil

 
Fungsi :
  • Booking Mobil oleh Admin / Agen
  • Data Mobil Keluar Hari ini
  • Pencarian Mobil yg Ready
  • Rekap Setoran Harian, Rekap Bulanan
  • Bisa dibuka di Banyak HP dgn Data yg Sama
 
Download Aplikasi Administrasi Rental Mobil - Klik Disini
  
Coba Login jadi Admin
  • HP Pemilik 012345678910
  • Nomor HP 012345678910
  • Password 12345
 
Harga
  • Memakai Aplikasi yg sudah ada Rp 400 rb akan mendapatkan Akun untuk Login Jumlah Mobil dan Agen tidak terbatas.
  • Aplikasi Sendiri dengan Nama Rental Sendiri Rp 2,5 juta (Lama pembuatan sekitar 15 hari)
  • Aplikasi Master bisa menjual lagi Akun di dalam Aplikasi Rp 7 juta (lama pembuatan sekitar 30 hari)
 
Info Lengkap - Klik Disini
WhatsApp 081391005464
 
 
 
 

Modul Bimbel Kurikulum Merdeka Download Gratis dalam bentuk PDF

Modul Bimbel Kurikulum Merdeka Download Gratis dalam bentuk PDF Tidak perlu basa-basi langsung klik aja link-link berikut, file ada di Googl...

Arsip Blog