Pages

Minggu, 31 Oktober 2021

Puisi, Pengertian, Jenis dan Unsur-unsurnya

Puisi, Pengertian, Jenis dan Unsur-unsurnya

Puisi
a. Pengertian

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan bermakna. Dalam pengertian lama, puisi merupakan bentuk karangan terikat. Akan tetapi, dalam pengertian modern, puisi adalah aktualisasi ekspresi dan ungkapan jiwa penulisanya yang ditulis secara bebas namun tetap memiliki ciri yang khas.

b. Jenis Puisi

(1) Puisi lama

Ciri-ciri:

Terikat oleh banyak baris dalam tiap bait.

Terikat oleh banyaknya kata atau suku kata dalam tiap baris.

Adanya rima atau persajakan.

Adanya irama atau ritme atau  alunan bunyi

Contoh:

Sungguh elok asam belimbing

Tumbuh dekat limau lungga

Sungguh elok berbibir sumbing

Walau marah tertawa juga

Keterangan:

Empat baris dalam satu bait.

Setiap baris terdiri atas 4 kata.

Rumus sajak ab ab (belimbing/sumbing  = a, lungga/juga = b)

Irama atau ritme akan terlihat kalau puisi (pantun) tersebut dibacakan. Timbulnya irama karena adanya rima dan satuan sintaksis yang diwujudkan dalam tekanan, nada, dan jeda.


(2) Puisi Baru

Ciri-ciri:

Tidak terikat aturan tertentu tetapi memiliki ciri khas.

Lebih mengutamakan isi/makna daripada struktur/bentuk.

Contoh:

Dengan Puisi, Aku

Karya: Taufiq Ismail

Dengan puisi aku bernyanyi

Sampai senja umurku nanti

Dengan puisi aku bercinta

Berbatas cakrawala

Dengan puisi aku mengenang

Keabadian yang akan datang

Dengan puisi aku menangis

Jarum waktu bila kejam mengiris

Dengan puisi aku mengutuk

Nafas zaman yang busuk

Dengan puisi aku berdoa

Perkenankanlah kiranya.

1965

Keterangan:

Tidak ada aturan jumlah baris.

Tidak ada sampiran, semua merupakan isi.

Tetap ada ciri khas, bahasa padat.


c. Unsur-unsur Puisi

(1) Unsur fisik

(a) Diksi atau pilihan kata

Pemilihan kata dalam puisi mempertimbangkan:

maknanya.

komposisi bunyi dalam rima dan irama (ritme).

urutan kata.

efek keindahan (estetis).

kata-kata bersifat konotatif.

(b) Pengimajian

Pengalaman imajinasi penyair.

Pembaca merasa melihat dan merasakan.

(c) Bahasa figuratif (majas)

Majas adalah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara pengiasan. Majas yang sering digunakan penyair untuk menyampaikan perasaan, pengalaman batin, harapan dan sebagainya antara lain: majas personifikasi, perbandingan, metafora, alegori, repetisi, paralelisme, hiperbola, dan eufismisme.


Contoh: Majas metafora


Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

aku tetap meradang menerjang

Aku: Chairil Anwar.


Majas metafora adalah pemadanan langsung satu hal dengan hal lain atau melihat sesuatu dengan perantaraan sesuatu yang lain.

"Aku" ini (adalah) "binatang jalang" adalah contoh penggunaan majas metafora dalam puisi.

Contoh: Majas Personifikasi

Jakarta

Karya: Husni Djamaludin

jakarta adalah biskota

yang berjubel penumpang

....

jakarta adalah gedung-gedung pencakar langit

yang mencakar wajah-wajah kemiskinan rumah-rumah kumuh

jakarta adalah komputer

yang mengutak-atik angka-angka nasib

dan memutar

...

jakarta adalah gedung-gedung pencakar langit

yang mencakar-cakar wajah kemiskinan rumah-rumah kumuh adalah contoh majas personifikasi.  Gedung-gedung pencakar langit diibaratkan menjadi benda yang benyawa yang mencakar-cakar wajah kemiskinan rumah-rumah kumuh. Mencakar digunakan penyair untuk mengambarkan betapa tinggi gedung-gedung pencakar langit sehinga rumah-rumah kumuh seperti disobeknya. Sedangkan jakarta adalah biskota adalah contoh metafora.

Contoh: Majas Pleonasme

Dalam Gelombang

Karya: S.T. Alisjahbana

Alun bergulung naik meninggi

Turun melembah jatuh ke bawah

Lidah ombak menyerak buih

Surut kembali di air gemuruh


Kami mengalun di Samudera-Mu

Bersorak gembira tinggi membukit

Sedih mengaduh jatuh ke bawah

Silih berganti tiada henti

....

Turun melembah jatuh ke bawah adalah contoh majas pleonasme  dalam  puisi. Pleonasme adalah penggunaan kata-kata yang berlebihan.


(d) Rima

Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi.

Fungsi rima:

membentuk musikalitas.

efek bunyi semakin indah.

makna yang ditimbulkan semakin kuat.


Contoh:

Dan angin pun mendesah

Merintih berkeluh kesah

Dengan suara serak-serak basah

Hati berdesah  dilanda gundah


(2) Unsur Batin

(a) Tema dan amanat

Tema adalah pokok persoalan yang diungkapkan oleh penyair.

Amanat adalah pesan yang disampaikan penyair dalam puisinya.

Contoh:

Gadis Peminta-minta

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil

Senyumu terlalu kekal untuk kenal duka

Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang tanpa nyawa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil

Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok

Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan

Gembira dari kemayang riang

....

Karya: Toto Sudarto Bachtiar.

Tema atau persoalan yang diangkat penyair dalam puisi di atas adalah kemanusian, yakni setiap manusia, baik yang miskin maupun kaya memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan. Sedangkan amanatnya adalah hargailah orang-orang miskin yang dianggap sampah masyarakat (pengemis).

(b) Perasaan

Puisi merupakan ekspresi perasaan penyair. Ekspresi itu dapat berupa kegelisahan, kerinduan, kekaguman kepada alam.

Contoh:

KERINDUAN

Oleh: Yunita Ramadhana

Saat hari mulai berlalu

Melayangku ke masa lalu

Kau selalu ada di dekatku

Kapan pun aku membutuhkanmu

....

Kapankah ini akan berlalu?

Kuhanya bisa menunggu waktu

Tuk berlari ke arahmu

Memelukmu...melepas kerinduanku

Penggalan puisi di atas merupakan ekspresi kerinduan kepada seseorang.


(c)  Nada dan Suasana

Nada puisi adalah sikap penyair kepada pembaca. Apakah melalui puisinya ia akan menasihati, mengejek, menyindir atau bersikap lugas. Sedangkan suasana adalah kondisi jiwa pembaca setelah membaca puisi.


PUISI NASIHAT UNTUK DIRI


Wahai diri....

Janganlah kau melangkah di jalan keputusasaan

karena di alam ini terhampar berjuta harapan

janganlah kau berlalu mengarah pada kegelapan

karena di alam ini terdapat cahaya iman

.....

Puisi di atas berisi sikap penyair untuk menasihati pembaca agar tidak putus asa. Dengan nada ini suasana hati pembaca akan tenang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar