Pages

Minggu, 31 Oktober 2021

Gaya Bahasa

Gaya Bahasa

Sarkasme, Sindiran dengan kata kasar

Cth : Otakmu otak udang.


Pleonasme, kata mubazir

Cth : Salju putih, naik ke atas

Generasi penerus bangsa


Repetisi,  mengulang kata

Cth :

Kita junjung dia sebagai pemimpin,

Kita junjung dia sebagai pelindung


Sinekdokhe 

Part Prototo, sebagian untuk keseluruhan


sebagian

Cth : Hidungnya pun tak nampak


Totem proparte, keseluruhan untuk sebagian


keseluruhan

Cth : Jakarta menang di PON.


Eufemisme, (Eufi = menghaluskan) untuk kesopanan

Cth : Tunarungu, dirumahkan/PHK.


Litotes, merendah

Cth : Gubuk kami, ilmuku setipis kulit bawang


Personifikasi, penginsanan benda mati

Cth : Pulpennya menari-nari.


Metafora, membandingkan dengan benda lain

Bak, seperti, umpama, bagai

Cth : Wajahnya bak rembulan.


Metonomia, ada merk dagangnya

Cth : Ia suka dua kelinci (kacang).


Alusio (ungkapan), makna kiasan

Cth : Ari Wibowo mata keranjang.



Antitesis, lawan kata

Cth : Cantik, jelek, kaya, miskin bukan ukuran mencari kawan


Tautologi, tautan/hubungan

Cth : mereka hanya berhubungan lewat HP.


Alegori, perbandingan utuh 

Cth : Mereka mengarungi bahtera hidup.


Asindenton, tanpa kata penghubung

Cth : Kemeja, kaos, celana semua dibelinya.


Polisindenton, banyak kata penghubung

Cth : Dia tidak tahu, tetapi tetap saja ditanya, akibatnya dia marah-marah.


Koreksio, memperbaiki yang salah

Cth : Dia pacarku, eh salah kakakku.


Ironi, sindiran sebaliknya

Cth : Harum sekali kamar ini.


Sinisme, sindiran agak kasar/sinis

Cth : Itukah yang namanya bekerja.


Contoh Soal


01. Tangan terkulai bagai dikoyak

Kalimat di atas mengandung gaya ….

A. Litotes D.    Metafora

B. Pleonasme E.    Eufenisme

C. Hiperbola


02. Ia haus di tepi telaga.

Mengandung gaya bahasa ….

A. Antiklimaks D.    Ironi

B. Paradok E.    Preterito

C. Koreksio


03. Para petani berkesempatan bertemu muka dengan presiden.

Kalimat ini mengandung gaya bahasa ….

A. Totemproparte D.    Praterito

B. Pars pro toto E.    Koreksio

C. Pleonasme


04. Gaya bahasa Ironi adalah gaya bahasa ….

A. Yang menempatkan kata/kelompok kata yang sama pada akhir tiap-tiap baris

B. Penegasan dengan melukiskan satu persatu peristiwa agar keseluruhan maksud lebih jelas

C. Penegasan dengan menyatakan beberapa benda, hal, atau keadaan berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung

D. Penegasan dengan mengulang sepatah kata pada satu kalimat

E. Yang menyatakan sebaliknya dengan maksud menyindir


05. Aku mengasihimu, aku mencintaimu dan aku menyayangimu sepenuh hati.

Kalimat diatas mengandung gaya bahasa ….

A. Repetisi D.    Epipora

B. Simetri E.    Koreksio

C. Anapora

06. “Saudara-saudara! Adakah diantara saudara-saudara yang mau di injak-injak bangsa lain.”

Kalimat di bawah ini bergaya bahasa :

A. Personifikasi

B. Retoris

C. Ironi 

D. Sarkasme

E. Metafora


07. Gaya bahasa sarkasme adalah ….

A. Ejekan yang dapat menyakiti hati

B. Ejekan yang berupa sindiran

C. Menggunakan kata-kata yang bertentang-an dengan yang dimaksud

D. Memperkecil sesuatu peristiwa

E. Melebih-lebihkan suatu peristiwa


08. Kalimat dibawah ini yang mengandung gaya antitesis adalah ….

A. Sanak saudaranya terkena lepra.

B. Sawah ladangnya semua sudah terjual.

C. Kaya atau miskin, pejabat atau rakyat, sehat atau sakit semua kena pajak.

D. Rumah, mobil, sawah dan barang-barangnya semua sudah disita.

E. Buku, bon, daftar barang, surat-surat penting semua terbakar.


09. Kalimat yang mengandung gaya bahasa personifikasi terdapat pada ….

A. Pandangannya tertuju kepadaku.

B. Kita sulit membicarakan hal itu.

C. Aku tak menyangka itu terjadi padaku.

D. Sepertinya ia berbisik padaku.

E. Hatiku berkata “Bukan dia orangnya”


10. Kalimat yang tidak menggunakan gaya hiperbola adalah ….

A. Hatiku hancur melihat perangainya.

B. Kepalaku botak memikirkannya.

C. Harga-harga barang saat ini mencekik leher.

D. Berita itu berbisik ke telingaku.

E. Jantungku berdebar-debar melihat kejadian itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar